BLOGIE

Jomblo? Santai aja pol…

Maret 10, 2008 · 41 Komentar

curhat_mode = On
sense_of_humour = On

Bagi penggemar band Gigi, pasti udah apal ama lirik lagu yang dilantunkan Armand Maulana, sang vokalis. Apalagi kalo ditanya judulnya? Pasti pada ngacungin tangan. Tapi plis deh, yang belom make Rexona jangan ikutan ngacung ya (Lah, ini iklan ya?). Bukan apa-apa sih, takut baunya dituduh sumber polusi udara, gitu.. Hehe… :lol:

Selain enak didenger, easy listening, lagu itu juga turut andil mempopulerkan istilah “jomblo” di kalangan anak-anak muda. Liriknya seolah-olah menyingkap kegundahan hati seseorang yang belum punya gandengan. Lah wong truk aja bisa punya gandengan masa doi nggak. Betul ga? Yap, betul…! Tapi ngomong-ngomong, jomblo itu apa sih? Iyyhh… mulai tulalit deh!

Secara bahasa, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jomblo itu artinya perempuan tua yang nggak laku-laku alias perawan tuwir. Tapi seiring berjalannya waktu, terjadi perluasan makna pada kata jomblo. Kini, jomblo diartikan sebagai julukan “trendy” buat mereka (baik cowok maupun cewek) yang masih nyorangan alias single, belum punya pacar, atau belum punya soulmate. Pokoknya masih enak nyendiri aja (atau memang situnya belum ada yang ngajak jalan barengan?).

Perdebatan seputar jomblo

Di dalam dunia pergaulan remaja, perdebatan tentang status jomblo nggak kalah serunya dengan debat capres yang baru-baru ini mulai menghangat. Banyak yang menyatakan pro, tapi nggak dikit juga yang kontra.

Bagi yang pro, mereka dengan enjoy bilang “It’s teu nanaon to be jomblo”. Predikat itu bukan masalah bagi mereka. Justru mereka begitu menikmati hidup tanpa pasangan. Sebagai bentuk dari rasa syukur mereka, ada diantaranya yang bikin perkumpulan dengan nama Jojoba alias Jomblo-Jomblo Bahagia, ada juga yang tergabung dalam komunitas Kelompok Jomblo Ceria yang disingkat Kejora. Malah ada yang menamain dirinya, Ijo Lumut yaitu Ikatan Jomblo Lucu dan Imut :lol: (ehm… boleh juga tuh). Mau gabung? Jangan salah pilih. Pilihlah komunitas yang oke visi, misi dan programnya (duwileee…). Yowis, jitak terus! Hee.. :D

Mereka ngerasa keberadaan sang pacar malah bikin ribet. Kebebasan en kreativitasnya kayak dipasung gitu loh! Deket-deket dikit aja ama lawan jenis, dicemburuin. Nggak mau nurutin kemauan “sang yayang”, dibilang nggak sayang. Nggak bales SMS atau miskol aja ngadat. Nggak nraktir makan atau nggak nganterin pulang dibilang nggak cinta lagi. Malem mingguan datang telat malah disangka selingkuh. Punya pendapat berbeda eh malah dicemberutin. Kalo udah gini mah, tentu aja menjadi jomblo itu lebih asik ketimbang pacaran. Jadi punya otoritas penuh buat nentuin langkah kakinya sendiri mau belok kiri kek, serong ke kanan kek atau mau lurus-lurus aja terus tanpa intervensi dan pembatasan dari orang lain. Mereka juga ngerasa nggak membebani orang lain untuk memenuhi keinginannya-keinginannya sendiri. Nggak heran kalo para jomblo itu begitu bahagia dan ceria menikmati kesendirannya yang walaupun diliputi kesunyian. Uhuy! ;)

Sementara yang kontra, mereka juga punya argumen yang nggak kalah dahsyatnya. Bagi mereka, menyandang status jomblo itu seperti kutukan (wew.. serem amat). Soalnya hidup tanpa curahan kasih sayang dari lawan jenis ibarat sayur tanpa garam. Sunyi, garing bin kering kerontang. Apalagi di kalangan remaja banyak yang menobatkan pacaran itu sebagai simbol pergaulannya. Alamat bakal tersisih dari pergaulan dan memanen kata-kata sindiran serta cibiran yang pelan tapi dalem dan bikin kuping panas, kalah deh pantat penggorengan. Seperti yang dialami trio dara jomblo Gwen, Keke dan Olin dalam film 30 Hari Mencari Cinta yang dituding jadi lesbian cuma gara-gara nggak punya gacoan. Gimana nggak gondok? Ya nggak nahan.. deh!

Makanya bagi kaum anti jomblo, nggak punya pasangan bisa bikin stress, depressi, desperate dan jadi beban pikiran yang berat. Gejala ringan sih mungkin cuma uring-uringan nggak jelas, mimik ngiri ngeliat temennya yang pacaran, atau krisis percaya diri karena tak kunjung laris (emangnya jualan apa?). Tapi bagi yang udah akut banget, gejalanya bisa parah. Karena nggak kuat lagi menahan rasa malu, gunjingan, ejekan, atawa sindiran, orang bisa menarik diri dari pergaulan sosial atau malah terdampar di Rumah Sakit Jiwa. Bukannya kita nakut-nakutin yaa, cuma bikin kamu parno aja. Huuu… sama aja atuh! :lol:

Kelompok yang kontra ini ada yang sampai mendeklarasikan berdirinya sebagai PJI alias Partai Jomblo Indonesia pada pemilu mendatang. :D Mereka memperjuangkan hak dalam mendapatkan jodoh. Mengingat ada diantara mereka yang terkena dampak buruk dari rolek alias risiko orang jelek. Loyalitas mereka dalam perjuangannya terukir dalam semboyan yang menggelitik semangat, “Jomblo itu pedih, komandan…!” Walah.. walah..! :D

Mendingan jomblo daripada maksiat

Sob, dari hari ke hari opini media yang memojokkan para jomblo semakin tak terkendali. Remaja kian diarahkan untuk berani mengekspresikan rasa sukanya kepada lawan jenis dengan berpacaran. Setel tayangan-tayangan sinetron di tipi, tiap hari ngajarin cinta-cintaan yang tolol, manja, sekuler dan ah.. pokoknya geblek deh. Belum lagi ditambah acara-acara gosiptaintment yang menjamur dimana-mana bak cendawan di musim hujan, membuat permasalahan cinta menjadi problem utama dalam hidup manusia. Kedekatan seorang selebritis dengan lawan jenis dikupas habis dengan bumbu sana-sini yang macem-macem, bahkan hal yang sebenernya sepele pun diekspos ke publik. Aksi “penembakan” yang dilakukan remaja diabadikan dalam “Katakan Cinta”. Cinta yang muncul dalam waktu singkat pun ada di “Cinta Lokasi”. Perselingkuhan di antara mereka sampai-sampai diadukan ke “Detektif H2C” atau dengan pembuktian lewat “Playboy Kabel”.

Parahnya, remaja mengkomsumsi semua tayangan diatas setiap minggu bahkan setiap hari. Seolah-olah mereka membiarkan reality show itu mencuci otaknya, sehingga dapat dengan gampang teraplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Cinta… cinta… dan cinta… Tiada hari tanpa ngobrolin cinta. Otomatis secara psikologis ada beban tersendiri dalam perkembangan jiwa mereka. Malu binti nggak pede dalam kesendiriannya. Merasa terkucilkan disaat kebanyakan temen-temennya udah pada punya gebetan meski baru usia belasan tahun. Pengaruh media kini telah mendorong murid-murid SMP untuk Saatnya Mencari Pacar juga. Waaa… bisa berabe euy lamun kieu mah!

Maaf-maaf, bukannya kita mau membudidayakan status jomblo. Bukannya mau ngelarang temen-temen jomblo untuk nyari pasangan. Bukan juga mengajak para jomblo untuk tabbatul (membujang, red). Tapi kalo upaya pelucutan label jomblo selalu berujung pada aktivitas pacaran, mendingan tetep istiqomah aja menyandang status jomblo. Seperti pepatah bilang, biar jomblo asal selamat dari aktivitas maksiat. Setuju? :)

Tolak ukur kepribadian, HQ + Jm = JI

Sobat-sobat sekalian, istiqomah dengan status jomblo bukanlah sebuah aib yang harus disesali. Karena derajat manusia dihadapan Allah tidak dinilai berdasarkan predikat ini. Itu berarti kaum jomblo punya peluang yang sama besar dengan para alumninya yang udah pada merit untuk dapetin pahala Allah yang berlimpah. Jadilah High Quality Jomblo di hadapan Allah. Caranya?

Pertamax, HQJ nggak melulu dinilai dari penampilan fisik seperti yang disyaratkan dalam “Katakan Cinta”. Tapi dinilai dari keterikatannya dengan aturan Allah. Ini berlaku untuk setiap perbuatan dia. Dari bangun tidur sampe tidur lagi. Sehingga melahirkan sikap akhlakul karimah. Dengan tetangga sebelah akur, nggak sungkan ngasih pertolongan sama orang lain sesuai kemampuannya. Anti sikap individualis bin egois. Santun dalam bertutur kata dan menyampaikan pendapat. Bersikap tegas tanpa harus bertindak keras dan selalu terbuka untuk menerima perbedaan pendapat.

Keduax, seorang HQJ nggak dosa punya tampang yang memikat hati. Itu juga kan anugerah dari Allah, ya mesti disyukuri. Tapi bakal dosa loh kalo anugerah itu dipake buat tebar pesona sana-sini. Apalagi sampe diobral, emangnya produk sisa ekspor? Ya nggak la yauw..!

Ketigax, seorang HQJ juga harus pandai memanfaatkan masa kesendiriannya. Waktu, pikiran, tenaga dan isi dompetnya nggak dihabisin buat ngurusin cinta yang nggak mutu. Tapi dioptimisasi untuk mengekspresikan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Kegigihan dalam menuntut ilmu dan rezekinya semata-mata demi kesejahteraan umat. Ngasih porsi yang lebih besar dari waktu yang dimilikinya untuk terjun ke dunia dakwah atau kegiatan sosial.

Itu sebabnya, doi aktif ngaji, getol dakwah, melakukan aksi sosial, sopan dan taat syariat. Malah ada juga loh diantara mereka yang prestasi akademisnya berbanding lurus dengan kecintaannya terhadap perjuangan menegakkan agama. Karena doi yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuknya. Ajal, rejeki, jodoh, kebaikan, keburukan, dls semuanya di tangan Allah Yang Maha Kuasa, yang Dia hanya perlu mengucapkan Kun fa yakun..

Rasul SAW pernah bersabda : “Tidak layak seseorang, ketika menyaksikan suatu tempat yang di dalamnya ada kebenaran, kecuali dia akan mengatakannya. Sesungguhnya sekali-kali hal itu tidak akan pernah memajukan ajalnya dan tidak pula mencegah apa yang telah menjadi rejeki baginya.” (HR. Al-Baihaqi)

Nah sob.. Tiap orang pantas dan pasti menjadi HQJ seperti diatas (kecuali yang udah merit kali ya). Jangan minder meski tampang pas-pasan. Kuncinya cuma satu, ridho ngikutin aturan Allah yang original dalam keseharian kita. Bukan cuma aturan bajakan yang doyan neko-neko ama sekulerisme dan sodara-sodaranya. Sebab hanya buat yang aslilah Allah akan ngasih garansi 100%, nggak cuma seumur hidup, tapi dunia akhirat! Di akherat kita selamat, di dunia kita bisa jadi anggota JI.

Hah!? JI?! Wesswey.. Ssst… Jangan bilang-bilang ama polisi ya? Tar digerebek pasukan interpol antiteror lagi. :lol: JI disini artinya Jomblo Idaman.

Giituuuwww looowwwhhh… :D

P.S. Udah jelas “O ow.. Kamu ketahuan..” kalo saya emang jomblo.. Gyahahaha… :) )

NB : Need an Account? Get One Free, Sign Up Now!.

Kategori: Curhat · Macem-Macem
Tagged: , ,

41 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar

  • Kunjungan

    • 58,228 orang telah berkunjung
  • Spam

  • RSS Ngeplurk

    • gilangramadhan bertanya-tanya favicon facebook kok jadi beda ya?
    • gilangramadhan capek. Badan pugal pegel semuanya, abis maen parkour euy.
    • gilangramadhan sebentar lagi mau makan.
    • gilangramadhan tiba-tiba kangen ngeplurk. Huhu... Bolehkah aku ngeplurk lagi, kawan?
    • gilangramadhan sedang apdet databes anti virut...
    • gilangramadhan sedang frustrated...
    • gilangramadhan bilang Kucing! Mouse-ku yg rusak kemaren itu ternyata gara2 kabelnya digigitin tikus ndeblek! Pantesan aja ih rusaknya mndadak... *ngakak*
    • gilangramadhan akan Memulai semuanya dari awal... ~_~
    • gilangramadhan bilang regedit, msconfig, help center, task manager, boot safemode, semuanya dimatiin malware. Ini virus apa sih? Ada yg pny solusi gak?
    • gilangramadhan baru saja menonton video tentang Hari Kiamat. Realistik banget ilustrasinya...
  • Halaman

  • Long Road To 2009

    Maret 2008
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Meta