Prasangka? Masih menjadi sebuah tanda tanya di peradaban modern ini. Manusia zaman sekarang semakin memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap satu objek. Tapi setiap persepsi seseorang terhadap orang lain terkadang selalu menjurus negatif dan persepsi itu seharusnya bersifat positif. Sebab tidak semua yang kita sangka terhadap orang lain adalah 100% bener.
Betapa besarnya pengaruh prasangka negatif sampai-sampai kita tidak percaya pada orang yang sangat dekat dengan kita sekalipun. Maka seharusnya kita pun kembali menyelami lebih dalam lagi pepatah kuno yang terpendam di benak, “Don’t judge a book by its cover”.
Zap!™ jangan menilai sebuah buku hanya dari sampulnya saja. Karena tidak setiap manusia yang bertampang sangar dan tampaknya kelihatan jahat memiliki hati yang jahat juga. Begitu pula tidak setiap manusia yang memiliki penampilan seperti orang baik memiliki hati yang baik pula.
Bila kita mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata kita. Bukan kacamata itu. Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang nampak dibalik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata itu. Demikian pula diri kita, yang sesungguhnya melihat adalah hati yang melihat melalui mata kita. Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga kita tak mampu melihat dengan baik. Maka, ucaplah prasangka negatif itu layaknya kita menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan kita untuk melihat lebih jelas dan jernih lagi.

Coba lihat gambar ilustrasi diatas, bagaimana persepsi sekilas anda setelah melihat gambar itu?
Sebenernya, prasangka negatif itu hanya akan merugikan diri kita sendiri. Misal, jika kita menyangka seseorang mencuri, padahal dia tidak mencuri. Dan terbukti bahwa dia memang tidak mencuri, malah kita yang akan diberi hukuman. Ada juga menyangka seseorang yang memperkosa, jika terbukti tidak bersalah dan kalau kenyataannya memang begitu, bisa saja dia menuntut balik. Seperti tokoh Fahri dalam film Ayat Ayat Cinta, dituduh memperkosa Noura. Padahal kenyataannya tidak demikian, lantas si Bahadur dituntut balik karena tuduhannya palsu dan memang dialah sendiri yang memperkosa Noura.
Contoh terheboh tentang prasangka negatif, yaitu film “FITNA” besutan Geert Wilders yang menghangatkan memanaskan suhu atmosfer dunia blogger baru-baru ini. Dari judulnya saja sudah jelas bahwa film ini FITNAH! Sengaja dibuat untuk memecah-belahkan persabahatan antar umat beragama dan mengundang emosi kaum Muslim sedunia.
Ada lagi sampel terhangat tentang prasangka ini, tengoklah ucapan si Om Pakar Telematika yang menyatakan bahwa blogger itu penipu. Kenapa orang setenar itu bisa mengatakan hal demikian? Jawabnya, ah simpel saja – gaptek. Buktinya? Blog saja beliau tak punya. “So what gitu loh!” ketus Saykoji. Don’t judge a blog by its post, sir! Teliti sebelum membeli, ngeblog dulu baru ngomeng. Titik.
Ya sudahlah tak usah kita umpat-umpat lagi orang yang berprasangka negatif, mereka bersikap begitu mungkin karena ketidaktahuan terhadap objek yang dinilainya dan ketidaktahuan itu bukanlah sebuah dosa. Jadi, sebaiknya memang kita harus menyikapi hal ini dengan bijak.
Orang yang memiliki prasangka negatif tidak akan punya banyak sahabat yang baik. Karena mereka semua takut kalau kita akan menyangka mereka berbuat salah. Oleh karena itu mereka sangat membutuhkan seseorang untuk mendukung persepsinya. Akan tetapi, dunia sebenernya tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Dunia hanya memantulkan apa yang ingin kita lihat. Dunia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri. Begitulah mereka.
Saya pun kadang berprasangka negatif terhadap ibu saya sendiri, karena kemarahan-kemarahan beliau yang tampak dari luar memang seperti sedang menumpahkan segala kekesalan dan emosinya kepada saya. Namun, saya belajar bahwa sebenarnya rasa marah dari orang tua itu adalah rasa kasih sayang yang sangat besar kepada anaknya supaya kita bersikap lebih baik lagi. Setiap orang tua punya cara tersendiri dalam mengungkapkan kasih sayangnya terhadap kita. Ada yang mengungkapkannya dengan cara marah-marah seperti ibu saya, ada pula yang mengungkapkannya baik-baik dengan penuh kelembutan.
Well, setiap orang mempunyai sifat-sifatnya tersendiri. Tetapi mungkin di samping sifat-sifat negatif yang muncul ke permukaan, dibelakangnya ada sifat positif yang melebihi sifat negatifnya. Jadi yang paling penting adalah jangan menilai sifat seseorang hanya dengan sekali lewat, alias memberi penilaian dengan pandangan sekilas.
Terlalu banyak sekali kerugian yang akan ditimbulkan oleh prasangka yang buruk. Sebaliknya jika prasangka positif yang muncul, maka kita akan semakin memiliki banyak teman dan orang lain pun tidak akan berburuk sangka pada kita. Bagaimanapun juga kita seharusnya memiliki pandangan yang positif terhadap semua orang.
Keuntungan dengan memiliki persepsi positif tidak hanya itu saja. Masih banyak yang bisa kita dapatkan dengan adanya persepsi yang positif. Selama itu pula kita bisa menuai kebaikan, baik untuk diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Nah, oleh karena itu prasangka negatif sangat merugikan bagi kita. Jadi sudah sewajibnya kita memiliki pandangan yang positif terhadap apapun dan siapapun yang ada di dunia ini.
Bahwasanya kita tidak bisa menilai buku dari sampulnya saja dan juga bahwa prasangka negatif akan membutakan mata hati manusia. Tapi prasangka negatif kadang dibutuhkan sebagai pertanda untuk memunculkan dan menegaskan pandangan positif yang tersembunyi dibelakangnya. Bukannya malah memunculkan prasangka-prasangka negatif lainnya yang menyesatkan dan tentu sangat meresahkan.
Sahabat yang paling baik dari kebenaran adalah Waktu, musuhnya yang paling besar adalah Prasangka, dan pengiringnya yang paling setia adalah Kerendahan Hati.
- Caleb Charles Colton -


35 tanggapan so far ↓
BLOGIE // April 1, 2008 pada 7:54 am |
Apa yang tampak di mata kepala belum tentu bener di mata hati…
goop // April 1, 2008 pada 8:06 am |
jangan terburu-buru mengambil kesimpulan bukan?
edy // April 1, 2008 pada 8:25 am |
selalu berpikir positif
setuju, bro!
mytechie // April 1, 2008 pada 11:18 am |
yang keliatan di gamabr orangnya kreatif
rumahkayubekas // April 1, 2008 pada 11:26 am |
Ya lah..seharusnya kita selalu berbaik- sangka,
chiw // April 1, 2008 pada 11:30 am |
kenapa prasangka selalu dikaitkan dengan negatif?
kw // April 1, 2008 pada 2:22 pm |
prasangka kan ada juga yang positip gie..
misal di tengah riuhnya pasar tiba2 ada orang yang begitu baiknya.. gimana coba?
Landy // April 1, 2008 pada 3:14 pm |
Waduh bulu keteknya banyak banget
ini termasuk prasangka apa bukan ya wakakakaka
gama // April 1, 2008 pada 5:39 pm |
apa yang dilihat itulah yang dipikirkan. Dengan mengasah Emotion n spiritual equotient, insya Allah mata hati kita selalu jernih.
dobelden // April 2, 2008 pada 2:49 am |
tp yng selalu mudah di justifikasi adalah kulit luar
Hafsya // April 2, 2008 pada 5:30 am |
aktifin dng IM3-nya!!! Mw sms-an nh!!!
ketela // April 2, 2008 pada 10:53 am |
sekilas si ekeliatan serem, preman kali
realylife // April 2, 2008 pada 1:14 pm |
Semoga berprasangka baik mulu ah sama orang nda mau berprasangka buruk
everythingisposible // April 3, 2008 pada 1:50 am |
Setiap orang berhak berprasangka,baik ataupun buruk,
tapi prasangka itu tidak selamany benar,
yg harus qta lakukan adalah membuktikan prasangka itu
BLOGIE // April 3, 2008 pada 2:19 am |
goop
Nah, kalo terburu-buru mengambil kesimpulan. Bisa dipastikan sangkaannya nggak bener.
Ya kan, Paman?
edy
Zap!™
Posi+ive thinking makes everything beautiful…
Right, bro?
mytechie
yang masang gambar itu orangnya lebih kreatif…
halah…
*digebug!*
rumahkayubekas
Memang seharusnya begitu…
Tapi kok bisa ya? Orang sekelas Geert Wilders dan Om Roy™ bisa berburuk sangka terhadap objek yang dinilainya. Padahal spesifikasi otak mereka semua pada canggih-canggih dan Te-O-Pe pulak.
chiw
+ a :
Karenaa..
Survey membuktikan kalo prasangka selalu identik dengan negatif.
- :
Kenapa pertamax.cn selalu dikaitkan dengan chiw?
+ b :
*kupipes jawaban ‘+ a’*
Trus, ubah aja “prasangka-negatif”-nya…
Naaa…
*diciwit chiw*
kw
Anehnya prasangka positip selalu muncul belakangan..
tanya kenapa..
Landy


Bulu kelek yang banyak belum tentu menebar “aroma yang aduhai”..
Coba sampeyan endus keleknya? Ayo buktikan!
Kwkwkwkwkwk…
gama
Tul banget! Yuk mari mengasah ESQ kita supaya mata hati kita selalu melihat jernih…
Thx, gam..
dobelden
dan yang selalu susah dijustifikasi adalah isinya. Gitu kan, den?
Hafsya
Maaf, sya..
Terhitung sejak tanggal 1 kemarin sampai sekarang pulsa IM3-ku tewas!
Lain kali kalo mau ngomeng OOT di halaman Numpang-Numpang aja yaa..
Thx
ketela
Sekilas memang begitu.. Tapi siapa tau orangnya baik. So wat?
realylife
Amin ya semoga..
Memang seharusnya kita bisa berprasangka baik terhadap orang yang berprasangka buruk.
everythingispossible
Tepat
sasaranbanget!rara // April 3, 2008 pada 5:03 am |
jadi prasangka itu adalah..?
*ga nyambung mode on*
pipiew // April 3, 2008 pada 5:05 am |
Kalo berprasangka negatif bukannya malah nguras energi yah? mendingan energinya dipake buat positif lainnya ajah, biar ga sia2.. hehe..
d3ptzz // April 3, 2008 pada 9:45 am |
sudah takdir ada prasangka buruk/negatif…
chatoer // April 3, 2008 pada 3:45 pm |
berpikir positif hasilnya pun positif…
bukan tes kehamiian lho yah
BLOGIE // April 4, 2008 pada 11:22 am |
d3ptzz
begitulah takdir..
rara
“(masih) tanda tanya” sambung BLOGIE.
pipiew
iya.. mikir negatif itu bikin capek deh..
chatoer
gitu pula sebaliknya..
syahrizal pulungan // April 4, 2008 pada 12:05 pm |
sangat baik sekali blog ini..
yes…orang yang selalu berpikiran positif akan menghasilkan yang positif
kunjungi juga blogger
http://rizalpulungan.blogspot.com
BLOGIE // April 5, 2008 pada 4:18 am |
Makasih..
Makasih dah berkunjung dan berkomentar..
blognya sampeyan sarat hikmah..
How fast Google index my blog post? - LieZMaya.Web.ID | ^_^ | My Own Zone! // April 5, 2008 pada 5:55 am |
[...] kalo andaikata mas google adalah paparazi, pasti dia merajai dunia pergossipan dech Author: [...]
LieZMaya // April 5, 2008 pada 10:04 am |
ih pikesebeleun eta gambarna haha
eMina // April 5, 2008 pada 1:57 pm |
wah, blogie makin keren nih ^_^
prasangka timbul karena ketidaktahuan akan hal yang sebenarnya, dan selalu cenderung ke hal negatif. Makanya, dicari tahu dulu yang sebenarnya, baru diungkapkan.
romy // April 5, 2008 pada 4:26 pm |
“Coba lihat gambar ilustrasi diatas, bagaimana persepsi sekilas anda setelah melihat gambar itu?… ”
satu kata : KREATIF! Hehehe…
BLOGIE // April 6, 2008 pada 2:51 am |
LieZMaya
jelas sanes abi nu nyebelinna..
eMina
betul. mereka itu malah ngomeng seenak udelnya yha..
romy
yaa.. aku juga..
tikabanget™ // April 6, 2008 pada 3:35 am |
hee?? kamu mimpiin aku??
kita nonton apaaa??!!
huheuheuheuhuee…
eh..eh.. aku di bogor loh..
BLOGIEwalking // April 6, 2008 pada 3:46 am |
iiaa.. beneran loh..
ane juga ndak tau kenape mimpina bisa sampe ke jogjah segala..
heu..heu.. tak taulah, nggak jelas soalna..
yang jelas kita tuh seneng2 aja jalan bareng trus nonton2 di cineplex..
entahlah nonton apeu??
huhu..
tar klo batagor kopdaran.. mampir2 ding, tik..
Rizki on benbego // April 6, 2008 pada 7:48 am |
bikin prasangkanya yg bagus2 aja. kan jd positif tuh.
tante paling gaoll // April 6, 2008 pada 11:08 am |
prasangka oh prasangka…
EHHH lucu juga yahh itu dijadiin judul pelem, gie??
Ratna // April 6, 2008 pada 4:29 pm |
Maafkan saya sudah berprasangka kalau itu adalah foto dirimu….
BLOGIE // April 7, 2008 pada 3:06 am |
Rizki on benbego
nah itu yang susah.. kayaknya prasangka udah identik dengan negatif deh.. tapi, dicoba aja yuk..
tante paling gaoll
hohoo..
apalagi kalo bintang utamana si tante paling gaoll…
hahaaa…
Ratna
Yhiehee…..
cK // April 9, 2008 pada 1:22 pm |
lebih baik berprasangka negatif daripada positif hamil..
tapi don’t judge a book by its cover kayaknya udah ga berlaku deh sekarang ini. masih banyak orang yang menilai dari sampulnya…
BLOGIE // April 10, 2008 pada 5:43 am |
Huahuahua…
chika.. chika.. gimana sih kamu ini..
*geleng-geleng kepala*
Duh.. duh..
Iya, seiring berjalannya waktu, jaman sekarang ini pepatah itu berubah menjadi,
don’tjudge a book by its cover