Tahukah anda bahwa tanggal 10 Mei ini ditetapkan sebagai “Hari Lupus Sedunia”?
Ketika kita mendengar kata “Lupus”, pasti yang ada dalam benak kita adalah nama tokoh serial novel remaja karangan Hilman Hariwijaya yang kocak itu. Padahal, Lupus atau tepatnya SLE (Systemic Lupus Erythematosus) adalah nama penyakit yang nggak kalah danger-nya dibanding kanker, penyakit jantung, maupun AIDS. Kebanyakan orang merasa asing dengan penyakit ini.
Lupus berasal dari bahasa latin yang berarti serigala. Nama ini diambil karena gejala kemerah-merahan di wajah penderita Lupus yang menyerupai gigitan serigala. Secara medis, SLE merupakan penyakit sistem daya tahan tubuh atau kekebalan (autoimun). Pada penderita Lupus, antibodi cenderung diproduksi berlebihan. Antibodi disini ibarat tentara di suatu negara yang seharusnya melindungi rakyatnya (organ tubuh) dari musuh (penyakit) malah bekerja salah arah, menyerang rakyatnya sendiri, merusak organ tubuh sendiri, diantaranya : kulit, syaraf, otot persendian, mata, jantung, darah, hati, ginjal dan paru-paru. Wah gaswat kan?
Lupus sering disebut juga sebagai penyakit wanita aktif, karena sebagian besar penderitanya adalah wanita produktif usia 15 tahun sampai 40 tahun. Di Indonesia, jumlah penderitanya diperkirakan mencapai 1,5 juta orang, 90% penderitanya adalah wanita. Sementara di Bandung sendiri, 350 dari 3000 wanita diperkirakan menderita Lupus. Memang hingga saat ini belum ada yang pasti mengenai jumlah penderita lupus di Bandung. Namun, jumlah pasien lupus di Bandung dan sekitarnya, berdasarkan data Yayasan Syamsi Dhuha, yang juga menangani penderita lupus, terdapat 750 orang penderita lupus. Angka ini meningkat 250 orang dari tahun sebelumnya. Menurut Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.P.D, angka itu diperkirakan akan terus meningkat karena belum ada obat maupun pencegahannya. Perhatian pemerintah pun masih kurang.
Sampai sekarang, penyebab lupus yang sebenarnya belum diketahui. Dugaan sementara, lupus disebabkan oleh kombinasi antara gen yang cacat dan faktor lingkungan, seperti sinar matahari, stres, obat-obatan tertentu, hormon, infeksi dan virus tertentu. Diduga, walaupun belum terbukti secara ilmiah, orang tua dapat mewariskan faktor tertentu kepada keturunannya sehingga mereka rentan terhadap lupus. Akan tetapi, lupus bukanlah penyakit menular. Penyakit lupus seringkali disebut sebagai penyakit “seribu wajah”, karena dapat meniru berbagai macam penyakit dari keadaannya. Gejalanya pun sangat beragam dan dapat berbeda antara satu pasien dengan pasien yang lainnya, membuatnya sulit untuk dideteksi. Dari demam, nyeri otot dan sendi, rasa lelah dan lemas yang berkepanjangan, sariawan yang terus menerus, gangguan pencernaan, anemia, sakit kepala, sensitif terhadap sinar matahari, tekanan darah tinggi, hingga gagal ginjal dan stroke.
Umumnya, diagnosis ditemukan setelah dokter secara bertahap mempelajari riwayat kesehatan pasien kemudian menggabungkan beberapa keluhan itu. Lalu menganalisis hasil pemeriksaan tersebut di laboratorium. Hm.. kalo dokter aja sulit mendeteksi sehingga sering terjadi kesalahan diagnosa, gimana kita-kita yang awam ini? Pusing bin bingung? Nah, makanya bagi anda khususnya kaum cewek harus waspada dan lebih care terhadap badan. Kita sendiri, kalo menderita sakit yang nggak kunjung sembuh janganlah malas konsultasi ke ahlinya alias periksa ke dokter yang tepat. Karena jika Lupus dapat terdeteksi lebih dini dan diobati dengan tepat, maka penderita Lupus dapat hidup normal layaknya orang sehat. Kalo nggak, susah untuk mendeteksinya dalam tubuh karena Lupus menyebar dengan cepat.
Meski Lupus dikenal sebagai penyakit berisiko tinggi, penderita Lupus nggak perlu merasa khawatir berlebihan, karena para ahli kedokteran akan terus memperbaiki cara dan penanganan yang tepat bagi penyembuhan Lupus. Sekarang ini, sudah semakin banyak pilihan pengobatan untuk SLE yang memberikan harapan baru. Lagipula, yang harus kita yakini adalah Tuhan tentu nggak akan memberikan penyakit yang tidak ada obatnya. Setuju? Harus dong!
Berbarengan dengan peringatan “Hari Lupus Sedunia” pada tanggal 10 mei hari ini. Yuk mari kita sama-sama merenungi betapa beratnya beban penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kita, para penderita Lupus. Kita juga tentunya harus banyak bersyukur kepada Tuhan YME atas nikmat kesehatan yang tak ternilai harganya, yang masih dapat kita nikmati hingga detik ini. Maka berilah dukungan pada penderita Lupus. Tunjukkan rasa empati kita dan besarkanlah hati mereka. Perlakukan mereka sebagaimana layaknya kita memperlakukan orang tersayang, namun nggak perlu berlebihan dan jangan menganggap mereka berbeda.
Sebab, sekali lagi Lupus bukanlah penyakit menular.


15 tanggapan so far ↓
Ina // Mei 10, 2008 pada 6:18 am |
Postingan na Gie makin lama makin mantaf aja.
Yuk bergandengan tangan bersama tnp memandang perbedaan.
cuma bisa nyumbang doa dan support buat semua penderita penyakit lupus di seluruh dunia ini.
realylife // Mei 10, 2008 pada 7:37 am |
nyokkk , lebih perduli dengan kesehatan
edy // Mei 10, 2008 pada 7:53 am |
dan Lupus yg ini sama sekali ndak lucu
proletarman // Mei 10, 2008 pada 8:16 am |
kok rasanya ini penyakit kutukan yah..penderitanya lama-lama semakin meranggas sampai akhirnya mencapai ajal…Punya teman kuliah yang terserang.. Dari sehat sampai meninggal aku perhatikan.. Mengenaskan sekali..
Semoga obatnya cepat ditemukan
salam
Aids » Blog Archive » Hari Lupus Sedunia // Mei 10, 2008 pada 10:09 am |
[...] Continue Reading Posted on: Saturday, May 10, 2008 at 6:07 am Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site. [...]
Hari Lupus Sedunia : Stroke // Mei 10, 2008 pada 11:23 am |
[...] Continue Reading [...]
Donny Reza // Mei 10, 2008 pada 12:41 pm |
Hmm, kebayang kalau penderita AIDS bersamaan dengan menderita LUPUS juga … terjadi perang kah di dalam tubuh? ;;)
Okta Sihotang // Mei 10, 2008 pada 12:45 pm |
sekarang bukan hari mother yak ??
Rama 2639514 // Mei 10, 2008 pada 2:12 pm |
Yuk HIDUP LEBIH BAIK & BERKUALITAS … Lebih baik dalam segala hal.
Buat temanku, saudaraku yang sedang menderita LUPUS, jangan kecil hati / putus asa dalam hadapi derita yang sedang di rasakan .. TETAP SEMANGAT & BERPIKIR POSITIF + SEHAT .. Yakin lah segala penyakit ada solusinya.
Menyambut Hai LUPUS se DUNIA kali ini .. Alhamdulillah, puji syukur kepada TUHAN YME bahwa penyakit LUPUS sudah ada solusinya ( dan sudah beberapa yang tertolong bebas dari sakit LUPUS yang sudah lama di derita (TERBUKTI).
Ingin info detail hub kami via email atau sms di 087878547999 cantumkan nama & nomor telp. serta riwayat sakit LUPUS yang di derita.
TETAP SEMANGAT untuk HIDUP SEHAT, BUGAR & PRIMA
gempur // Mei 10, 2008 pada 4:16 pm |
Wah, bukannya lupus itu tokoh cerita remaja tahun 80-90-an itu toh?! hehehehe
deniar // Mei 12, 2008 pada 4:05 pm |
Wah sip2 thanks atas infonya GIE
iephe // Mei 13, 2008 pada 10:30 am |
Gie, namamu mengingatkanq pada seseorang……..
ghaniarasyid™ // Mei 18, 2008 pada 9:59 am |
oalah…
kirain Lupusnya Hilman
exhuie // Mei 18, 2008 pada 12:00 pm |
gue jg odapus sjk 1997…, lha bhaka, Uneasy and Unpredictable Nice for sure itukt sepupu ttg lupus hehe
sososibuk // September 25, 2008 pada 10:19 am |
kaka gw juga dulu di diagnosa kena Lupus…
tapi ga tau kenapa malah berubah jadi kanker otak…
stadium akhir pula…
see??
apa emang ada hubungannya???
penyakit emang ga bisa di duga…