BLOGIE

Kehidupan Setelah Kematian

April 17, 2009 · 11 Tanggapan

Entahlah kenapa belakangan ini saya sering mendapat kabar duka, baik itu dari kawan sejawat atau dari kalangan keluarga saya. Kabar-kabar itu secara tak langsung mengingatkan saya kepada yang namanya Kematian.

Saya merinding juga ketika mendengar kabar ada teman/saudara yang telah menjemput ajalnya, dan terkadang saya selalu bertanya-tanya, saat diberi kabar tentang berita kematian tersebut apakah itu berarti giliran ajalku semakin mendekat?

Ah, iya gitu? Wallahualam…


Jujur, ketika saya melawat ke rumah duka, agak takut juga melihat sosok manusia yang terbaring kaku tak bernyawa. Apalagi ketika melihat prosesi pemandian jenazah, rasanya tidak nyaman deh melihat tubuh yang kaku itu dimandiin orang-orang.

Tapi memang seharusnya begitu, ya tidak mungkin lah jenazah memandikan dirinya sendiri. Dan saya pun nanti ketika saatnya tiba, *pasti* akan diperlakukan sama seperti jenazah tersebut.

Saya takut, bukan karena mati, karena tidak bisa dipungkiri memang – semua yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Tetapi yang saya takutkan adalah cara kematian yang akan saya alami dan momen-momen ketika menghadapi kehidupan setelah kematian yang belum saya kenali sama sekali.

Bayangkan, meskipun sudah berpuluh-puluh tahun hidup di dunia, memiliki segudang pengalaman spiritual atau ilmu pengetahuan yang mumpuni, saya tetap tidak akan pernah tahu bagaimana keadaan hidup di dunia setelah kematian. Saya tidak akan dapat membayangkan bagaimana rasanya menjadi pendatang baru di dunia yang benar-benar baru, yaitu akhirat.

Yang pasti disitulah sebenarnya perjalanan yang amat sangat panjang akan segera dimulai segera setelah nyawa berpisah dengan raga. Selamat atau tidaknya seorang manusia dalam perjalanan tersebut, sangat bergantung terhadap amal-perbuatan yang pernah dilakukan semasa hidupnya di dunia.

Bagaimana pun juga pada akhirnya semua orang pasti ingin selamat sampai tujuan dalam perjalanan tersebut…

Ya Allah, jikalau aku mengharapkan umur yang panjang hidup di dunia ini agar mendapat bekal sebanyak-banyaknya untuk hari kemudian. Namun aku takut, semakin panjang umurku malah semakin hebat pula godaan dari musuhku yang paling nyata. Dan ternyata bekal yang kusimpan itu habis karenanya, sebelum aku dapat meninggalkan dunia.

Ya Allah, jikalau aku mengharapkan umur yang pendek hidup di dunia ini agar dapat cepat-cepat berjumpa dengan-Mu kemudian. Namun aku takut, aku tidak sampai dapat menemui-Mu karena ternyata bekalku terlalu sedikit.

Ya Allah, apakah nanti Kau akan memberiku bekal tambahan dalam perjalanan nan panjang di kehidupan setelah kematian itu…

Tanda Tangan Gilang Ramadhan

Kategori: Curhat · Renungan
Ditandai: , ,

11 tanggapan so far ↓

  • HeLL-dA // April 17, 2009 pada 11:14 am | Balas

    Jujur aku menganggap setelah kematian, kita tidak akan tahu apa-apa lagi.
    ;)

  • libra // April 18, 2009 pada 5:48 pm | Balas

    wah ngeeri ni baca postingannya..

  • mas stein // April 23, 2009 pada 9:20 am | Balas

    cinta dunia jadi takut mati kata orang, semoga saya bisa cepet-cepet membunuh rasa cinta dunia yang berlebihan… :smile:

  • senny // April 27, 2009 pada 5:35 pm | Balas

    postingannya bikin merinding ihhh

  • GiE // Mei 12, 2009 pada 2:56 am | Balas

    @HeLL-dA
    Wah, iya deh bener. Kayaknya emang gitu… Kita nggak bakalan tau apa-apa setelah mati.

    @libra
    cukup untuk bahan renungan aja :)

    @mastein
    betul mas. sepertinya rasa cinta dunia ama cinta akhirat harus seimbang. :)

    @senny
    sama. :D

  • Konsultan Asuransi // Mei 20, 2009 pada 5:52 am | Balas

    jadi takut kalo ingat kematian, karena amal ini belum sebanding dengan dosa

  • anto // Mei 22, 2009 pada 5:11 am | Balas

    Dulu saya juga takut menghadapi kematian karena begitu banyak kesalahan dan dosa-dosa saya, tapi setelah saya mengenal dan menerima pribadi yang rela mengorbankan dirinya melalui hukuman diatas kayu salib untuk menggantikan hukuman neraka yang seharusnya saya terima, sekarang aku tidak takut lagi akan kematian.
    Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku (Yesus)
    Percayalah kepada Yesus pasti engkau akan selamat.

  • zidni // Juni 2, 2009 pada 12:27 pm | Balas

    Pesan nabi jangan takut mati meski kau sembunyi dia menghampiri, takutlah pada kehidupan sesudah kau mati renungkanlah itu.
    p

  • zidni // Juni 2, 2009 pada 12:27 pm | Balas

    Pesan nabi jangan takut mati meski kau sembunyi dia menghampiri, takutlah pada kehidupan sesudah kau mati renungkanlah itu.

  • Iwan // Juni 7, 2009 pada 9:22 am | Balas

    Kita yang percaya kepada Tuhan semestinya harus bangga karena dasar dari keimanan kita, tidak peduli dia dari agama apa, adalah adanya kehidupan kekal. Kehidupan setelah kematian raga, atau dalam bahasa keimanan kita sebut sebagai “kehidupan di akhirat”. Semua agama dan kepercayaan – yang didasari pada keyakinan terhadap adanya Tuhan – memiliki dasar keimanan pada kehidupan di akhirat, kehidupan jiwa atau roh. Itulah sebabnya kehidupan yang tak terbatas waktu dan tempat ini tidak perlu ditakuti, melainkan jadikan “teman” yang kapan saja datang menjemput jiwa kita untuk bertemu dengan para leluhur dan Sang Pencipta Semesta……. Berita baiknya, disana sangat menyenangkan – melebihi kesenangan apapun yang pernah kita rasakan selama di dunia. Buktinya, nggak ada yang mau kembali setelah mengunjungi dunia yang baru itu. Ok, sampai jumpa disana ya……..

  • KangBoed // Juni 15, 2009 pada 1:36 am | Balas

    Untuk apa kita menjalani kehidupan sementara disini.. sekedar senda gurau belaka.. panggung sandiwara.. karena ternyata jelas NYATA.. HIDUP yang kekal itu adalah setelah MATI… sudahkah kita semua mempersiapkannya dengan baik… Iman bukan sekedar hanya percaya saja… Iman itu meyakini dan merasakan..
    Salam Sayang

Tinggalkan sebuah Komentar

  • Kunjungan

    • 59,950 orang telah berkunjung
  • Banner

  • Spam

  • Meta