Badai Matahari di Akhir Januari 2012

Sejak Minggu 22 Januari 2012, Matahari menyemburkan korona masif. Letupan-letupan itu menyebabkan lontaran badai magnetik ke arah bumi, hingga Rabu Malam 25 Januari 2012. Foto di atas, menunjukkan aktivitas Matahari yang diabadikan oleh wahana pengamat Matahari SOHO pada waktu yang tidak disebutkan. Menurut World Meteorological Organization (WMO), saat ini Matahari tengah memasuki fase aktifnya, dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2013, yang bertepatan dengan siklus aktif 11 tahunan.

Salah satu bintik Matahari besar, Sunspot 1302, terlihat jelas ketika Fajar mulai menyingsing di Palma de Mallorca, Kepulauan Balearik, Spanyol, pada 29 September 2011. Sejak Minggu lalu, Matahari kembali meletupkan percikan-percikan dan menyemburkan korona massif ke arah Bumi. Badai geomagnetik yang diakibatkannya menyemburkan partikel bermuatan yang dapat mempengaruhi jaringan listrik, telekomunikasi, serta navigasi lalu lintas udara.

Sunspot 1302, terlihat jelas ketika Fajar mulai menyingsing di Palma de Mallorca, Kepulauan Balearik, Spanyol, pada 29 September 2011. Sejak Minggu lalu, Matahari kembali melontarkan badai magnetik ke arah bumi. Badan pemantau cuaca Amerika Serikat menyebutnya sebagai badai Matahari terbesar sejak 2005. Badai matahari itu bisa mempengaruhi jaringan listrik, telekomunikasi, serta navigasi lalu lintas udara.

Sunspot 1302, terlihat jelas ketika Fajar mulai menyingsing di Palma de Mallorca, Kepulauan Balearik, Spanyol, pada 29 September 2011. Matahari kembali menyemburkan korona massif dan melontarkan badai magnetik ke arah bumi , sejak Minggu lalu. Menurut Profesor Riset Astronomi dari LAPAN, Thomas Djamaluddin, semburan korona massif kali ini melontarkan proton dengan kecepatan hingga 1400 km/detik. Dengan kecepatan itu, lontaran partikel mampu menjangkau jarak sepanjang Pulau Jawa hanya dalam waktu satu detik.

Semburan korona massif (Coronal Mass Ejection/CME) yang berhasil diabadikan oleh stasiun pengamat Matahari Solar Dynamics Observatory, pada 7 Juni 2011. Saat itu Matahari menyemburkan suar surya (flare) berskala M-2 (berukuran menengah), dengan badai radiasi berskala S1 (kecil), serta pemandangan coronal mass ejection yang impresif. Namun, badai Matahari berskala besar seperti yang terjadi pekan ini, dapat mempengaruhi jaringan listrik, telekomunikasi, serta navigasi lalu lintas udara.

Fenomena Aurora Borealis terlihat jelas di kota Hyvinkaa, yang terletak di wilayah Selatan Finlandia, selama berlangsungnya badai magnetik Matahari yang terjadi pada 31 Oktober 2003. Kini Matahari pun tengah memasuki fase aktifnya, dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2013, yang bertepatan dengan siklus aktif 11 tahunan.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s