Entries categorized as ‘Islam’
Manusia memang sering bersikap aneh sama Tuhannya…
Jikalau tidak diberi, ia pun beranggapan Allah nggak mengabulkan permintaannya.
Jikalau diberi kekurangan, ia menganggap Allah nggak adil.
Jikalau diberi sesuatu yang lebih, ia pun malah jatuh pada kesombongan.
Jikalau diberi berbeda dari apa yang diharapkannya, ia menganggap Allah nggak tahu apa yang diharapkannya.
(lagi…)
Kategori: Islam · Renungan
Ditandai: alquran, Islam, Renungan
Sadis! Cukup satu kata saja saya lontarkan untuk mengutuk sepak terjang agresi militer Israel di Gaza, yang dimulai sejak 2 pekan silam. Sudah berapa anak-anak, remaja dan ibu-ibu yang jadi korban tak bersalah? Dan berapa lagi korban yang akan bergelimpangan di jalanan, teronggok tak bernyawa layaknya makhluk yang mereka anggap nista, hina dan tak pantas untuk hidup.
Mereka pun hanya bisa berdalih dengan mengucapkan penyesalan atas apa yang terjadi. Nggak lebih. Meskipun sudah banyak korban tak berdosa berjatuhan, Israel malah terus melanjutkan agresinya dengan senjata mereka yang serba lengkap, super power, multicanggih, melawan rakyat Palestina yang hanya bersenjatakan batu.
Nggak seimbang itu!
Kategori: Islam
Ditandai: sosial

Ada 3 pertanyaan yang dapat menggoyahkan iman :
1. Kalo memang Tuhan itu ada, mana bukti wujudnya?
2. Apa yang dimaksud dengan takdir itu?
3. Kalo setan diciptakan dari api kenapa dimasukkan ke neraka yang juga dibuat dari api? Tentu nggak menyakitkan buat setan, karena mereka memiliki unsur yang sama. Api.
Siapa yang bisa menjawab 3 pertanyaan diatas?
Penasaran? Temukan jawabannya!
Kategori: Artikel · Islam
Ditandai: Islam, religi, Renungan
People,
You are a human
You made from ground
The ground that you are steping on
You come from a lowest place
But why you bluff?
People…
Kategori: Islam · Puisi · Renungan
Ditandai: Islam, religi, Renungan
Buku bacaan adalah ilmuku
ilmu yang menjaga akalku, menutupi kebodohanku dan membuka mata hati juga meluaskan pikiranku
Pengalaman adalah guruku
guru yang selalu dan tak pernah berhenti mengajariku tentang kehidupan
Teladan baik adalah idolaku
idola yang selalu kutiru, kugugu dan kuikuti tindak-tanduknya untuk kujadikan cermin diri
Islam adalah jalanku
jalan bebas hambatan yang akan mengantarku ke tujuan dengan selamat
Al-Qur’anul Karim adalah penuntunku
penuntun sekaligus sahabat setia yang tak pernah bosan menemani, menasehati dan menghiburku di saat sedih
Jannah adalah tujuan akhirku
Tempat paling indah yang tak pernah kulihat, kudengar, apalagi kurasakan. Sedikitpun. Tak pernah terbayangkan nikmatnya bila aku diizinkan menjadi salah satu penghuni jannah yang konon berpenduduk sedikit
Aku adalah diriku
diriku harus mengendalikan tubuh ini agar tetap melangkah di jalan benar ibarat kendaraan melaju di jalan raya yang penuh halang-rintang, kelokan dan godaan
Hidup adalah ladang amalku
aku menuai apa yang kutanam. Hasil tuaianku kelak akan menjadi bekal untuk perjalanan panjang menuju alam kekal
Maut adalah penantianku
penantian yang selalu membuatku penasaran, sampai-sampai kutanyakan hal ini pada Tuhan, “Wahai Tuhanku, kapan aku mati?”. Dia tersenyum manis sambil menjawab, “Sempurnakan dulu sujudmu”.
Kategori: Islam · Puisi
Ditandai: alquran, keyakinan, religi

Bencana Manusia
Alam, sebenarnya telah diciptakan dengan sistem pengelolaan yang selaras dan seimbang. Sempurna, nyaris tanpa cacat. Tetapi kenapa bila di sekitar kita terjadi banjir, longsor, gempa bumi dan lain-lain kita masih menyebutnya sebagai bencana alam. Apa memang alam yang menghasilkan dan menyebarkan bencana? Apa memang dari alam semua bencana itu bermula? Apakah memang benar begitu?
(lagi…)
Kategori: Islam · Renungan
Ditandai: banjir, bencana, gempa, Renungan
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong selamatkan kami dari bencana yang Kau timpakan kepada orang-orang yang lalai mengingat-Mu
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong pelihara jiwa kami agar tetap basah menyebut nama-Mu, walau badan kami basah-kuyup karena murka-Mu
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong berikan kami kelapangan hati, walau Kau sempitkan persinggahan kami
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong berikan kami secuil rezeki-Mu agar tetap bernafas untuk dapat bersimpuh-sujud di hadapan-Mu
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong maafkan kami dan ampuni kami atas segala tingkah-laku kami yang selalu membuat Kau sakit hati
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong kuatkan hati kami agar tetap tegar menghadapi murka-Mu ini
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong jadikan kami hamba-hamba yang tetap bersyukur kepada-Mu
Ya Allah, tolonglah kami…
Ditulis pukul 9:00 pagi saat menjalani bencana banjir yang persis terjadi seperti banjir pada bulan April 2008. Namun banjir kali ini lebih parah lagi.
Kategori: Curhat · Islam · Renungan
Ditandai: banjir, bencana, Islam, Renungan
Pernahkah anda berpikir bahwa; semua kejadian yang merupakan bagian dari kehidupan kita, bangunan-bangunan, orang-orang, kota-kota, mobil-mobil, tempat-tempat – ringkasnya, segala hal yang kita lihat, pegang, sentuh, cium, kecap, dengar sepanjang hidup kita – sebenarnya, semua itu adalah pemandangan dan perasaan yang tercipta di dalam otak kita. Ya, di dalam otak manusia.
Kita diajari untuk berpikir bahwa citra-citra atau tayangan-tayangan gambar dan perasaan-perasaan ini diakibatkan oleh sebuah dunia padat yang ada di luar otak kita, dimana benda-benda yang bersifat materi itu memang ada. Akan tetapi, dalam kenyataannya kita tidak pernah melihat dan menyentuh materi yang sesungguhnya. Karena sebenarnya materi itu 99,99% hampa! Dengan kata lain, setiap entitas (kesatuan wujud) material yang kita yakini ada di dalam kehidupan kita, sesungguhnya, hanyalah sebuah gambaran yang tercipta di dalam otak kita.
(lagi…)
Kategori: Islam · Renungan · Review
Ditandai: buku, harun yahya, rahasia di balik materi
Salamlekum…
Tradisi lebaran di keluaarga gue tuh ampir ga ada. Paling yang selalu bertahan dari tawon ke tawon cuma mudiknya aja. Berhubung kampung gue deket, cuman di Lampung. Apalagi gue di Lampung buntutnya doang. Di Teluk Betung. Pasnya Gang Gemini. Yah, meskipun gue cewek Leo, apa boleh buat…
Tawon ini yang bikin mudik seru adalah gue mudik bareng keluarga gue tapi mobilnya nebeng ama Om gue. BBM naek, coy! Bisa bangkrut bokap gue kalo bawa mobil sendiri. Mending nebeng ama Om gue yang kebetulan emang sendiri aja bawa mobilnya. Jadi daripada tu mobil kagak ada penghuninya, mending family gue nebeng. Ye, kan? Prinsip ekonomi yang dianut keluarga gue=”Pengorbanan sekecil-kecilnya, untung sebesar-besarnya” (Kalo Pa Wisnu ga percaya, tanya aja ama Bu Sri, guru Ekonimi saya!)
(lagi…)
Kategori: Curhat · Islam · Macem-Macem
Ditandai: idul fitri, lebaran