Category Archives: Macem-Macem

Balita (jago banget) Merokok!

Bocah Cilik Pecandu Rokok

Bocah Cilik Pecandu Rokok

Maulana Susanto, nama lengkapnya. Dia seorang bayi lima tahun yang doyan ngerokok di Malang, Jatim. “Susah-susah iso noto” begitu sang ibu mengartikan nama belakangnya yang berarti, “biar hidup susah, mudah-mudahan bisa mengaturnya”. Namun sayang, harapan yang tertoreh pada nama tersebut nggak menjadi kenyataan, seenggaknya, belum berbuah kenyataan.

Baca lebih lanjut

Le Baran

Salamlekum…

Tradisi lebaran di keluaarga gue tuh ampir ga ada. Paling yang selalu bertahan dari tawon ke tawon cuma mudiknya aja. Berhubung kampung gue deket, cuman di Lampung. Apalagi gue di Lampung buntutnya doang. Di Teluk Betung. Pasnya Gang Gemini. Yah, meskipun gue cewek Leo, apa boleh buat… :D

Tawon ini yang bikin mudik seru adalah gue mudik bareng keluarga gue tapi mobilnya nebeng ama Om gue. BBM naek, coy! Bisa bangkrut bokap gue kalo bawa mobil sendiri. Mending nebeng ama Om gue yang kebetulan emang sendiri aja bawa mobilnya. Jadi daripada tu mobil kagak ada penghuninya, mending family gue nebeng. Ye, kan? Prinsip ekonomi yang dianut keluarga gue=”Pengorbanan sekecil-kecilnya, untung sebesar-besarnya” (Kalo Pa Wisnu ga percaya, tanya aja ama Bu Sri, guru Ekonimi saya!) :lol:

Baca lebih lanjut

Brillante Weblog Premio 2008

Yak, akhirnya bisa ngepost lagi. Heheh… :D Kali ini saya mau bikin posting award-award-an yang lagi ngetren belakangan ini. Entah siapa yang jadi trendsetter-nya, yang pasti saya taunya dari blog Mbak Carra, jadi biar saya nggak dibilang ketinggalan zaman so ikut-ikutan aja deh sekalian ikut nyemarakkin dunia penghargaan di per-blog-an ini. :lol:

Okey, saya akan me-review tentang blog-blog yang menurut saya bagus dan layak dikunjungi, yang ditinjau baik dari segi design, konten maupun kecepatan loading-nya. Mm… Dan aturan untuk membuat postingan seperti ini, yah silakan anda lihat aja disini. *huhu… masi kentara deh kemalasannya* :lol:


Baca lebih lanjut

FRESH RELEASE

Fresh… Fresh… Fresh… !!!

PENGUMUMAN PENGUMUMAN!!! Ada fresh release baru dari BLOGIE…

Exlusive Report : Wilujeung Sumping, Kang Banjir… (UPDATE)

Wilujeung Sumping ti Baleendah, Kang Banjir…
Kumaha damang? Kok bisa telat 2 bulan?
Biasanya Februari akang mudik ke Baleendah nggak pake telat?
Belakangan ini arus mudik emang pada macet ya, kang?

*pertanyaan retoris mode turned Off*

Fuh.. Seperti yang saya duga sebelumnya saban kemarin kalau pada hari ini akan ditimpa banjir (lagi). Kecemasan saya ternyata memang terbukti. Baleendah kabanjiran gede deui! Banjir euy.. banjir deui..!!

Nggak disangka-sangka banjir gede bakal melanda rumah saya lagi, aneh memang sebelumnya saya menduga akan ditimpa banjir kayak gini tapi ini malah tidak mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengantisipasi bencana itu. Saya pikir ah mungkin banjirnya kecil-kecilan saja eh ternyata Kang Banjir sekarang dah pada mudik bareng, tanggung deh sanak keluarga sekalian pada datang. Menduga tapi tak mengantisipasi, payah. Ya abis lelah sih… Huh.. Mangkanya saya bikin exlusive report ini, beneran deh repotnya eklusif! He.. he.. Selain harus melayani Kang Banjir yang datang bertamu satu kali setahun ini saya juga harus repot-repot menyelamatkan barang-barang di rumah ini. Ditambah lagi repotnya nyuri-nyuri waktu buat bikin ni cerita.

So.. so.. Berikut laporannya. Ekslusif dah ekslusip!

My First Trip To Jogjah

Ba’da jumatan saya mendapat sms pengingat dari Aki Herry, bahwa siang itu saya harus bersiap-siap untuk menunaikan kopdar yang bertema “Pasak Boemi” dengan CahAndong, komunitas blogger Yogyakarta. Setelah mengantongi izin dari nyak-babe, segera saya menyiapkan barang-barang yang diperlukan seadanya. Kemudian mengontak Debe untuk janjian ketemu di pinggiran tol Bubat, Bandung. Sampai di lokasi, saya, Debe dan keluarganya menanti dengan sabar menunggu kedatangan Aki yang telah saya konfirmasi ternyata masih banyak kerjaan yang harus dibereskan.

adikna-debe1.jpgSembari menunggu waktu berdetak, saya bercakap-cakap dan bercanda ria dengan adiknya Debe… Ah, baru nyadar kalau kondisi badan saya tidak sepenuhnya fit, tidak sampai sakit sih tapi lemah dan masih lelah sehabis bebersih rumah yang diterjang banjir tempo kemarin plus kegiatan rutin lainnya yang membikin baterai energi saya terkuras drastis.

Setelah agak lama ditunggu-tunggu, akhirnya Aki datang juga. Ketika jarum jam menunjukkan pukul 16.30 barulah kami beranjak meninggalkan titik pertemuan setelah berpamitan dengan keluarga Debe dan Debe yang harus melepaskan pelukan berisak tangis dari Sang Adiknya. :D

Doa pun terucap dalam benak, Ya Tuhan tolong lindungilah kami dalam perjalanan ini…

Apa Kabar, Kawan?

DISCLAIMER : Postingan ini hanyalah cerita canda fiktif belaka yang sama sekali tak ada unsur keseriusan. Bila ada nama, karakter atau tokoh yang saya catut disini, itu hanya sebagai bentuk untuk menjalin silaturahmi semata. Tulisan ini lumayan panjang dan dibuat dengan tingkat narsis yang overdosis.

Untuk meregangkan urat syaraf yang akirakhir ini mengencang tegang, saya mau coba untuk mencairkan menyegarkan suasana hijau ini dengan mengadakan acara penghargaan dengan tema, “BLOGIE AWARDS : Panjang Umur Dengan Ngeblog”.

*aye.. aye.. narsisku mendesis lagie.. *

Acara ini sendiri utamanya bertujuan untuk membudidayakan e-culture, “baca-membaca-tulis-menulis” dan juga mensosialisasikan aktivitas e-social, “U Comment, I Comment“. Pun untuk mengukuhkan Si Daun Hijau agar terus eksis mengekplorasi belantara cuap-menyuap maya yang tak terbatas ini . Tadinya acara ini mau diselenggarakan di area Halaman, tapi berhubung acara ini berlabel Khusus VVIP (Very Very Important Post) , maka saya pindahkan saja semua perabotannya ke dalam gedung sini.

Anda jangan kabur dari acara ini dan membiarkan saya kecapean sehabis membongkar pasang perabotan tadi. Bila anda merasa tidak memiliki Kartu Undangan VVIP itu, sudah, tak usah risihlah, silakan nyelonong masuk, santai aja dan jangan khawatir karena Penjaga Pintu kami yang bertugas mengecek karcis untuk memasuki acara ini tidaklah bertampang garang (kayak bodyguard selebritis ntuloh ). Kebetulan kursi-kursi jabatan disini masih pada kosong. Jadi, nggak perlu pake karcis kek, gratis kok. Kikikik…

Duduklah dengan santai, lipat kaki, tak usah terburu-buru. Duduklah dengan aman, nyaman dan (sentosa ) biar lebih ueenak tenan siapkan cemilan yang ajib-ajib di tangan anda. Dan jangan lupa untuk membuang sampahnya ke tempat yang benar, karena sesaat sebelum masuk anda telah membaca peringatan “Silakan Ngemil, Tanpa Sampah Di Tanah

*jreng.. jreng.. jreng..*

*drum roll*

*acara siap dimulai..*

*Si Daun Hijau pun sneak peak ngumpet di balik panggung*

Acara akan kami lanjutkan setelah pariwara berikut ini. *Ahhh.. BASSSEEEE…!!!

Budaya Makan Dengan Tangan

Beberapa tulisan saya akhir-akhir ini didapat tidaklah jauh dari event Batagor Bebersih Bandung Jilid Dua kemarin. Dimulai dengan membuat laporannya, kemudian blak-blakan curhat tentang status “Jomblo” yang terinspirasi saat saya memperkenalkan diri ke rekan-rekan blogger sekalian (kebanyakan lajang kali ya? :D ) tapi disambut dengan gelak canda tawa karena dikiranya saya mau cari pasangan :lol: dan itu yang memotivasi saya untuk menumpahkannya dalam kategori Curhat.

Sekarang masih ingat jelas bayangan dalam benak saya saat menjalani acara makan-makan bareng sesama blogger yang datang dari berbagai penjuru kota itu, berkumpul dalam satu ruangan. Ada rasa kekeluargaan yang nyaman dalam kebersamaan, errr… Apa namanya? Pada saat makan-makan, saya melihat ada satu kesamaan yang menonjol dari semua blogger yang ikut makan, meski mereka semua datang dengan membawa berbagai ragam budaya atau kebiasaan dari kota asalnya. Tapi disini ada satu budaya yang ditunaikan sehingga nampaklah semua orang memiliki kedudukan, derajat dan status sosial yang sama dalam acara itu.

Hmmm… apa itu?

Jomblo? Santai aja pol…

curhat_mode = On
sense_of_humour = On

Bagi penggemar band Gigi, pasti udah apal ama lirik lagu yang dilantunkan Armand Maulana, sang vokalis. Apalagi kalo ditanya judulnya? Pasti pada ngacungin tangan. Tapi plis deh, yang belom make Rexona jangan ikutan ngacung ya (Lah, ini iklan ya?). Bukan apa-apa sih, takut baunya dituduh sumber polusi udara, gitu.. Hehe... :lol:

Selain enak didenger, easy listening, lagu itu juga turut andil mempopulerkan istilah "jomblo" di kalangan anak-anak muda. Liriknya seolah-olah menyingkap kegundahan hati seseorang yang belum punya gandengan. Lah wong truk aja bisa punya gandengan masa doi nggak. Betul ga? Yap, betul...! Tapi ngomong-ngomong, jomblo itu apa sih? Iyyhh... mulai tulalit deh!

Buat blogger yang lagi jomblo, masuk yuk!

Batagor, Paru-Paru Blogosphere

“Keren pokoknya. Mudah-mudahan bisa berkunjung lagi ke Bandung.” Terang Ina memberikan testimoni tentang kopdar yang baru-baru ini alhamdulillah sudah terlaksana dengan lancar dan sukses. Bahwa Komunitas Batagor yang baru memasuki usia 3 bulan ini pada tanggal 9 Maret 2008 telah menyelesaikan cerita asyik dari kegiatan “bebersih bandung yuk!” dengan tema “JILID DUA : Taman Hutan Raya” yang berlatar belakang GREEN di TaHuRa, Dago, Bandung.

Layaknya bibit pohon yang ditanam ke dalam tanah, tentu kita tahu bahwa yang pertama tumbuh merekah bukanlah dedaunannya melainkan sebuah tunas pohon yang masih berukuran kecil dan rapuh. Seiring berjalannya waktu, tunas pohon itu tumbuh perlahan-lahan sedikit-demi sedikit sampai memiliki batang yang kuat hingga muncullah ranting-ranting, dari ranting-ranting itu tumbuh lagi ranting yang bercabang di setiap rantingnya. Kemudian tumbuh, tumbuh dan terus tumbuh. Setelah itu di setiap ranting dan cabang-cabangnya nampaklah dedaunan hijau nan segar bertebaran di segala arah mata angin. Bergoyang lembut mengikuti irama angin, berdiri diatas kayu yang tangguh sembari memberikan nafas kehidupan bagi makhluk hidup lainnya.

Begitu pula yang terjadi dengan komunitas Batagor ini.