Entries categorized as ‘Renungan’
Entahlah kenapa belakangan ini saya sering mendapat kabar duka, baik itu dari kawan sejawat atau dari kalangan keluarga saya. Kabar-kabar itu secara tak langsung mengingatkan saya kepada yang namanya Kematian.
Saya merinding juga ketika mendengar kabar ada teman/saudara yang telah menjemput ajalnya, dan terkadang saya selalu bertanya-tanya, saat diberi kabar tentang berita kematian tersebut apakah itu berarti giliran ajalku semakin mendekat?
Ah, iya gitu? Wallahualam…
(lagi…)
Kategori: Curhat · Renungan
Ditandai: Curhat, Kehidupan Setelah Kematian, Renungan
Manusia memang sering bersikap aneh sama Tuhannya…
Jikalau tidak diberi, ia pun beranggapan Allah nggak mengabulkan permintaannya.
Jikalau diberi kekurangan, ia menganggap Allah nggak adil.
Jikalau diberi sesuatu yang lebih, ia pun malah jatuh pada kesombongan.
Jikalau diberi berbeda dari apa yang diharapkannya, ia menganggap Allah nggak tahu apa yang diharapkannya.
(lagi…)
Kategori: Islam · Renungan
Ditandai: alquran, Islam, Renungan
Alkisah seorang sufi bernama Nidzam al-Mahmudi. Ia tinggal di sebuah kampung terpencil, dalam sebuah gubuk kecil. Istri dan anak-anaknya hidup dengan amat sederhana. Akan tetapi, semua anaknya berpikiran cerdas dan berilmu. Selain penduduk kampung itu, nggak ada yang tahu bahwa ia mempunyai kebun subur berhektar-hektar dan perdagangan yang kian berkembang di beberapa kota besar. Dengan kekayaan yang dikelola secara mahir, ia dapat menghidupi ratusan keluarga yang bergantung padanya. Tingkat kemakmuran para kuli dan pegawainya bahkan jauh lebih tinggi ketimbang sang majikan. Namun, Nidzam al-Mahmudi merasa sangat bahagia dan damai menikmati perjalanan usianya.
(lagi…)
Kategori: Renungan
Ditandai: kisah teladan, sosial
People,
You are a human
You made from ground
The ground that you are steping on
You come from a lowest place
But why you bluff?
People…
Kategori: Islam · Puisi · Renungan
Ditandai: Islam, religi, Renungan

Bencana Manusia
Alam, sebenarnya telah diciptakan dengan sistem pengelolaan yang selaras dan seimbang. Sempurna, nyaris tanpa cacat. Tetapi kenapa bila di sekitar kita terjadi banjir, longsor, gempa bumi dan lain-lain kita masih menyebutnya sebagai bencana alam. Apa memang alam yang menghasilkan dan menyebarkan bencana? Apa memang dari alam semua bencana itu bermula? Apakah memang benar begitu?
(lagi…)
Kategori: Islam · Renungan
Ditandai: banjir, bencana, gempa, Renungan
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong selamatkan kami dari bencana yang Kau timpakan kepada orang-orang yang lalai mengingat-Mu
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong pelihara jiwa kami agar tetap basah menyebut nama-Mu, walau badan kami basah-kuyup karena murka-Mu
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong berikan kami kelapangan hati, walau Kau sempitkan persinggahan kami
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong berikan kami secuil rezeki-Mu agar tetap bernafas untuk dapat bersimpuh-sujud di hadapan-Mu
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong maafkan kami dan ampuni kami atas segala tingkah-laku kami yang selalu membuat Kau sakit hati
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong kuatkan hati kami agar tetap tegar menghadapi murka-Mu ini
Ya Allah, tolonglah kami!
Tolong jadikan kami hamba-hamba yang tetap bersyukur kepada-Mu
Ya Allah, tolonglah kami…
Ditulis pukul 9:00 pagi saat menjalani bencana banjir yang persis terjadi seperti banjir pada bulan April 2008. Namun banjir kali ini lebih parah lagi.
Kategori: Curhat · Islam · Renungan
Ditandai: banjir, bencana, Islam, Renungan
Pernahkah anda berpikir bahwa; semua kejadian yang merupakan bagian dari kehidupan kita, bangunan-bangunan, orang-orang, kota-kota, mobil-mobil, tempat-tempat – ringkasnya, segala hal yang kita lihat, pegang, sentuh, cium, kecap, dengar sepanjang hidup kita – sebenarnya, semua itu adalah pemandangan dan perasaan yang tercipta di dalam otak kita. Ya, di dalam otak manusia.
Kita diajari untuk berpikir bahwa citra-citra atau tayangan-tayangan gambar dan perasaan-perasaan ini diakibatkan oleh sebuah dunia padat yang ada di luar otak kita, dimana benda-benda yang bersifat materi itu memang ada. Akan tetapi, dalam kenyataannya kita tidak pernah melihat dan menyentuh materi yang sesungguhnya. Karena sebenarnya materi itu 99,99% hampa! Dengan kata lain, setiap entitas (kesatuan wujud) material yang kita yakini ada di dalam kehidupan kita, sesungguhnya, hanyalah sebuah gambaran yang tercipta di dalam otak kita.
(lagi…)
Kategori: Islam · Renungan · Review
Ditandai: buku, harun yahya, rahasia di balik materi
Ada seorang pelanggan datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Ketika si tukang cukur mulai memotong rambut pelanggannya, mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang, “Saya nggak percaya Tuhan itu ada” cetusnya ketus.
"Kenapa kamu ngomong begitu?" …
Kategori: Renungan
Tak bisa dipungkiri bahwasanya Bandung khususnya, dan Jawa Barat pada umumnya sudah menjadi bagian dari perkembangan kemajuan zaman yang tidak terbantahkan dan tidak dapat dihindari. Adalah suatu kebanggaan tersendiri apabila daerah yang kita tinggali menjadi lebih maju dan mudah-mudahan masyarakatnya pun menjadi lebih makmur.

Namun dibalik kemajuan yang diraih, saya merasa khawatir karena budaya dan identitas budaya sunda baik disadari maupun tidak mulai dilupakan dan ditinggalkan. Hal ini bisa dilihat dari beberapa contoh yang mungkin juga kita atau saya lakukan.
Teraskeun ngabacana…
Kategori: Artikel · Curhat · Renungan
Ditandai: Bandung, Basa Sunda, budaya, Jawa Barat