Sepakbola Tanah Air Majunya Mundur

Kalo menengok persepakbolaan Indonesia tahun 2007 kemarin sepakatlah semua bahwa nggak ada satu pun yang bisa dibanggakan oleh rakyat pecinta bola, karena yang dihasilkan PSSI di 2007 adalah TOTAL GAGAL bukan TOTAL FOOTBALL!!!

Ya, sekali lagi rakyat harus kecewa dengan prestasi sepakbola negeri ini yang kian hari semakin terpuruk. Hampir di seluruh sendi-sendi PSSI semuanya GAGAL TOTAL!! Mulai dari kegagalan timnas di kompetisi regional-internasional, Ligina yang ampuradul, organisasi PSSI yang beroperasi di bilik bui, sampai masalah pendanaan klub.

Kembalinya Ivan Kolev menggantikan Peter Withe sempat digadang-gadang mampu membangkitkan sepakbola Indonesia, ternyata nggak bisa memberikan hasil sesuai harapan publik. Nggak ikutan Olimpiade 2008, gagal membawa pulang emas di SEAG 2007 Thailand, babak belur di Pra Piala Dunia 2010 dan takluk nggak bisa masuk ke 8 besar Piala Asia, meski publik harus terpuaskan dengan penampilan anak-anak asuhan Kolev yang menunjukkan semangat juang tinggi di ajang tersebut. Terakhir, Indonesia Selection pun hanya bisa menjamu Dortmund dengan segenap spirit dan energi yang tersisa, berakhir imbang. Hanya timnas U-16 yang bisa memberikan hawa menyejukkan dengan berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U-16 2008 di Jepang layaknya oase di tengah gerahnya prestasi sepakbola Indonesia.

Berbicara Ligina 2007 PSSI mestinya introspeksi diri dan retrospeksi dari musim-musim terdahulu bahwa ada yang harus diperbaiki secara konsisten dan kontinyu. Jangan asal bongkar pasang! Kalo ingin berprestasi di kancah dunia, yaa dari doeloe ligina harus disesuaikan dengan kalender AFC dan FIFA donk! Nggak bisa nggak, itu mutlak! Jangan sampe balik ke format 2 wilayah lagi, harus dijalani dengan konsisten dan tahan banting. Belum lagi mengurai masalah kepemimpinan wasit yang menjadi biang kerok kericuhan setiap pertandingan di pinggir lapangan dan ketergantungan klub terhadap dana APBD. Kelihatannya hal itu menjadi PR berat yang WAJIB dibereskan PSSI.

Puncak kegagalan manajemen PSSI tampak dari nggak nongolnya wakil Indonesia di Liga Champions Asia diakibatkan oleh jadwal yang pabaliut itu. Maka lahirlah Super Liga 2008 yang rencananya akan bergulir Juli depan nanti sebagai solusi untuk membereskan masalah tanpa masalah (semoga nggak ada deh masalah baru yang lahir kembali). Terbilang lama memang untuk waktu jeda, tapi biarlah rentang waktu itu digunakan untuk perbaikan diri di badan PSSI.

Sepuluh saran BLOGIE untuk perbaikan sepakbola Indonesia :

  1. Patuhi peraturan-peraturan dari AFC dan FIFA.
  2. Ganti NH dengan pemimpin baru yang bersih jiwa raga, plus gila bola tentunya.
  3. Jangan habiskan uang rakyat dengan beruji coba lawan klub eropa, kalo mau berujicoba lawan tu klub-klub dari Asia. Toh, banyak klub eropa yang uji coba dengan klub Asia.
  4. Ganti pelatih timnas dengan pelatih berdarah Indonesia aseli!
  5. Naikkan gaji wasit setinggi langit! Kalo mau ngirit, silakan copy paste Jimmy Napitupulu sebanyak yang diperlukan.
  6. Untuk aparat keamanan yang ditugaskan dipinggir lapangan, jangan fokus ke bola di tengah lapangan. Tonton penonton!
  7. Kurangi atau bahkan kalo bisa hilangkan semua pemain impor di Super Liga 2008. Karena selain wasit, pemain asing adalah pemicu kericuhan antar pemain di lapangan yang sering berimbas ke penonton. Ujung-ujungnya rusuh deh!
  8. Beri kesempatan yang lebih banyak kepada pemain lokal dan bibit muda binaan klub untuk merumput di lapangan. Petik pelajaran donk dari kegagalan timnas Inggris melenggang ke EURO 2008 yang disebabkan oleh minimnya kesempatan pemain lokal dan muda untuk bermain di tim inti.
  9. Untuk jajaran pengurus klub, jangan tergantung dana APBD. Ayo berwirausaha lebih giat lagi! Lihat Alexander “Pato” Jimenez aja pernah dagang asongan rokok.
  10. Untuk para supporter klub bola se-Indonesia, ingat ini : SESAMA SUPPORTER BASODARA! Jangan rusuh, jangan ribut! Kita sama-sama orang Indonesia, sama-sama gila bola, kokohkan tali persaudaraan, rapihkan barisan dan mari kita dukung Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan.

Kalo sampai PSSI nggak mau belajar juga dari kegagalan-kegagalan di masa lalu, ya udah deh nanti timnas ganti kostumnya pake logo TAHANAN, pelatihnya Bang Napi, stadionnya di CIPINANG. Kiper diisi JOHNY INDO, beknya AMROZI, gelandangnya ALI GUFRON, strikernya IMAM SAMUDRA. Pasti DAHSYAT, kek! Lha wong ketumnya aja mendekam di bui. Jangan malu-maluin rakyat Indonesia di mata internasional donk, masa teguran Sepp Blater aja dicuekin? Sepakbola Indonesia nggak bakalan maju-maju kalo ketua umumnya ngitung mundur masa tahanan di hotel prodeo. Keras kepala amat sih PSSI.

Mengundurkan diri dengan hormat tetap akan kami hormati, memaksakan diri bekerja di dalam bui takkan pernah bisa mendapat predikat terhormat!

Ngaca donk…!

2 responses to “Sepakbola Tanah Air Majunya Mundur

  1. Masalahnya kompleks Bro…

    Setiap ada tindakan perbaikan pada satu sisi maka akan berimbas pada aspek yang lainnya. Contoh, bila APBD untuk klub dihapus, maka klub tidak akan mampu membeli pemain bagus sehingga kualitas Liga pun akan menurun. Dampaknya adalah sponsor mulai berpikir dua kali.

    Pemain impor masih diperlukan bagi klub2 indonesia, karena bisa sebagai pembanding dan tempat belajar bagi pemain lokal. Namun kuantitasnya haruslah diperhatikan.

    Semua ini tentunya bisa berubah, yang diperlukan adalah kesadaran semua pihak, pemimpin yang tangguh dan kesabaran.

  2. mantabbb lah… masukan tambahannya..😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s