Bocah Warnet

Hari libur Minggu, bagi sebagian anak-anak SMP biasanya mengisi liburan itu dengan kegiatan yang memakai aktivitas fisik, seperti renang, joging, atau jalan-jalan ke pusat keramean. Ada juga yang mengisi waktu luangnya dengan main PS2, ngadem diem di rumah aja atau apalah namanya. Tapi, sebagian anak-anak sekolahan lainnya memilih untuk bertandang ke warnet, malah ada yang bergerombol. Sudah bukan jadi pemandangan yang aneh lagi buat saya, sebab saya sudah menebak-nebak dan tahu pasti kalo mereka tuh bukan sekedar browsing mencari cheat-cheat game PS2 atau chatting saja. Lebih dari itu mereka sering tersesat nyasar ke situs-situs xxx yang menjajakan gambar-gambar murahan!


                                                                      Courtesy of Death Berry

Nggak enak sekali perasaan saya melihat mereka menikmati santapan yang seharusnya nggak mereka santap di warnet. Bayangkan kalo mereka surfing di situs xxx selama satu jam saja, apa yang berkecamuk dalam pikiran mereka setelah keluar dari warnet? Selama satu jam mereka disuguhi imaji fantasi yang tentunya bisa membuat mereka penasaran, kemudian membayangkan gimana sih rasanya kalo mereka bener-bener bisa menikmati seperti apa yang mereka lihat? Kalopun seandainya mereka bener-bener ingin mencoba, pastinya mereka perlu tempat saluran pembuangan hormon testoteron yang baik dan benar. Sayangnya, tetap saja mereka hanya bocah yang belum punya tempat pembuangan resmi untuk itu. Nah, disinilah bahayanya!

Kelanjutannya nggak perlu saya jelaskan lagi. Sungguh terlalu gimana gitu.

Gerombolan Bownet (Bocah warnet, pen) yang sering saya lihat setiap kali bertandang ke warnet langganan, saya berharap mereka menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas dan bermoral. Tapi, apa yang saya simak disini… jauh dari harapan, sungguh ironis! Apakah mereka harus jadi generasi penerus syahwat? Menjadi generasi penerus bangsa yang hanya mementingkan nafsu ketimbang nurani? Dimana peran orang tua yang bertugas mengawasi perkembangan anak-anaknya? Ataukah memang mereka sudah dibebaskan untuk berlaku semau yang mereka inginkan? Sepertinya saya nggak bisa menjawab semua pertanyaan tersebut.

Intisari tulisan ini, apabila anda kebetulan seorang operator warnet atau pemilik warnet, alangkah bajiknya bila anda menetapkan kebijakan untuk memasang program Naomi, atau program anti porno lainnya untuk me-restrict akses ke situs xxx. Jangan hanya me-restrict tombol-tombol yang dianggap sensitif, padahal klise. Nggak banyak memang warnet yang menerapkan kebijakan ini, imbas dari kebijakan ini adalah income warnet bakal menurun. Tapi, kalo anda peduli dengan nasib moral anak-anak masa kini, kalo anda suka melihat kebaikan bermekaran indah dimana-dimana, kalo anda ingin ikut berandil untuk mencerdaskan anak-anak bangsa ini, ambillah langkah kecil ini untuk kebaikan banyak orang. Karena saya yakin kebaikan yang anda berikan biasanya akan dikembalikan lagi kepada orang yang memberi kebaikan disaat-saat yang tak terduga.

Untuk itu, terapkanlah segera kebijakan untuk warnet anda dengan memasang program Naomi ini. Silakan klik disini untuk download. Program ini berlaku juga bagi anda yang berperan sebagai orang tua yang ingin melindungi anak-anak dari situs-situs murahan.

Semoga bermanfaat.

🙂

2 responses to “Bocah Warnet

  1. wokakakakakakakkakak… *ngakak koprol*

    yang jelas saya nggak doyan main ke warnet yang masing naomi🙄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s