Projek Senjata Biologi NAMRU-2

Tiga puluh tahun lebih NAMRU-2 telah bekerja di Indonesia. Selama itu pula nggak banyak yang mempersoalkannya. Padahal sejak mulai beroperasi pada tahun 1968 banyak ‘kekayaan’ Indonesia yang ‘dicuri’ oleh lembaga penelitian militer asal Amerika Serikat itu. Melalui kajian dan penelitiannya, pastilah banyak rahasia Indonesia yang terbongkar.

Sayangnya nggak banyak pula orang yang tahu bahwa NAMRU-2 sangat berbahaya bagi keamanan Indonesia. Selama ini orang-orang Amerika bersama paspor diplomatik yang disakukannya bisa dengan leluasa mengimpor-ekspor berbagai macam spesimen virus, bakteri, protozoa dan sejenisnya dari dan ke Indonesia. Sementara Indonesia, hanya jadi ajang keculasan mereka.

NAMRU-2 singkatan dari Naval Medical Research Unit Two, yaitu sebuah lembaga riset yang bernaung dibawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Mereka melakukan penelitian tentang penyakit-penyakit menular, seperti malaria, HIV, AIDS, dsb. Pengelolanya adalah Angkatan Laut dan militer AS yang personelnya berjumlah kurang lebih 19 orang, mereka semua memiliki paspor diplomatik. Padahal seharusnya hanya dua orang atau satu saja yang boleh memiliki paspor diplomatik, direktur beserta wakilnya. Entah kenapa bisa begitu, Amerika memang jago berdiplomasi.

Kru Angkatan Laut yang bekerja di NAMRU-2

Inilah yang agak aneh dan bikin curiga. Masa bidang keahliannya di Angkatan Laut, militer, tapi malah concern terhadap penyakit-penyakit menular. Hal ini seharusnya ditangani oleh orang-orang yang relevan di bidangnya. Tapi, kalau kita lihat sepertinya mereka membajak WHO deh. Anehnya lagi, mereka meminta paspor diplomatik. Untuk apa tok? Apa urusannya dengan peneliti? Orang yang ngambil kuliah di jurusan ilmu politik dan hubungan internasional tahu apa itu cover diplomatik. Itu berarti mereka meminta suatu fasilitas yang mereka inginkan untuk membawa masuk dan keluar segala sesuatu ke negara ini tanpa intervensi dari aparat Indonesia.

Jelaslah yang namanya koper, tas dan bagasi nggak boleh diutak-atik oleh sembarang orang, tapi kalau aparat berwenang yang berhak memeriksa demi alasan keamanan nggak boleh ngutak-atik juga, pantaslah kalau kita makin curiga bergiga-giga. Apalagi sampel yang mereka teliti selalu tentang penyakit-penyakit menular, kenapa nggak penyakit degeneratif semisal, kanker, jantung, dll. Karena untuk membuat senjata biologi, dibutuhkanlah sampel-sampel dari penyakit menular bukan penyakit degeneratif.

Mungkin itu alasan untuk meng-cover incoming dan outgoing hasil riset mereka dalam tas-tas diplomatik. Ada sesuatu yang mereka kerjakan secara sembunyi-sembunyi dan tidak boleh diketahui oleh publik – TOP SECRET.

Lalu untuk apa mereka ada di Indonesia?

Keberadaan mereka pada awalnya memang memberi manfaat, tapi itu dulu waktu wabah pes atau dikenal dengan bubonic plague yang melanda wilayah Boyolali, Jawa Tengah pada tahun 1968. Karena dinilai sukses, bantuan itu lalu diangkat menjadi sebuah kerjasama permanen yang dituangkan dalam sebuah MoU dan diteken bersama oleh Dubes AS dengan Menkes RI pada 16 Januari 1970.

Mereka berdalih terus meneliti tentang penyakit malaria, DBD, hepatitis, diare, PMS, AIDS dan berbagai penyakit tropis yang khas di Indonesia. Karena menurut mereka Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat menarik untuk diteliti. Katanya memang banyak membantu program pemberantasan penyakit malaria dan TBC. Mereka bekerja di Direktorat Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), Depkes. P2M ini fokusnya adalah TBC. Jadi memang ada manfaatnya. Tapi yang jadi persoalan adalah kuman-kuman (bakteri, virus dan protozoa) itu diteliti oleh mereka kemudian dibawa keluar-masuk dari Indonesia. Entah untuk apa? Kita tidak tahu. Karena nggak semua orang punya akses, inilah persoalan yang paling urgen.

Sedangkan kerugiannya jelas, Indonesia dikadalin. Ini ilmu kadal namanya. Kita diberi sedikit bantuan yang sifatnya nggak terlalu esensial. Lipstick Aid, sifatnya kosmetik, temporer nggak permanen. Tapi mereka dapat untung luar biasa dari belajar mengenai penyakit menular ini. Dan yang menjadi pertanyaan adalah buat apa dipelajari kalau penyakit menular ini tidak ada di negara mereka? Padahal mereka juga tidak kena. Kalau kita pikir gampang-gampang dari segi ekonomi, tampaknya mereka bikin vaksin dari hasil penelitian itu kemudian dijual sama orang lain. Jelas tidak etis, bahkan tidak manusiawi, jual vaksin dari penderitaan orang banyak.

Hal ini pernah terbukti di negara Taiwan, Mesir, Filipina dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Tapi eksistensi NAMRU-2 di negara tetangga tersebut sudah ditutup. Sementara di Indonesia saja yang sudah kelamaan 30 tahun. Eh malah mau diperpanjang lagi.

Senjata Perang Paling Dahsyat

NAMRU-2 memiliki kepentingan untuk mempelajari penyakit-penyakit menular yang ganas di Indonesia. Mereka mengambil spesimen, kemudian diproses, dibiakkan, dibenihkan (seed), diperbanyak (multiply) dan seterusnya untuk dibuat vaksin-vaksin. Di Indonesia tentu nggak ada laboratorium secanggih itu, mungkin hanya teknologi penyimpanan saja. Sementara itu pembuatan senjata biologi pasti dilakukan di suatu tempat di luar Indonesia. Sedangkan di sini mereka mungkin memanfaatkannya untuk pengiriman bahan atau spesimen. Nggak heran kalau mereka meminta kekebalan diplomatik.

Disamping melakukan penelitian tersebut mereka juga mengamati letak geografis, angin, cuaca, alur laut, dls yang alasannya karena bersangkut-paut dengan penyebaran dan cara menghentikan penyebaran. Padahal bisa jadi mereka melakukan tindakan tersebut untuk memetakan daerah-daerah yang cocok untuk perang kuman. Kalau militer yang melakukan ini pasti itu untuk kepentingan militer jua.

Yang paling penting adalah keluar-masuknya spesimen. Karena bagi mereka penting sekali untuk mengambil spesimen, memeliharanya sebentar, kemudian mendepositkannya ke laboratorium intensif mereka.

Dari segi militer, contohnya malaria. Kalau mereka bisa merekayasa, penyakit tersebut makin lama makin ganas. Tentu ini tidak bisa dikendalikan dengan obat biasa. Sedang mereka bisa bikin vaksin anti-malaria. Nah, kalau seandainya mereka menghadapi perang gerilya dengan negara yang tidak suka dengan dominasinya, mereka nggak perlu turun ke hutan. Cukup sebarkan saja nyamuk modifikasi yang lebih ganas. Niscaya gerilyawan mati karena kena malaria tropicana.

Senjata biologi atau laboratorium biologi lebih berbahaya dari nuklir. Kalau mereka bisa membuat senjata biologi yang negara lain nggak bisa menandingi, maka tentaranya dapat diberi kekebalan dengan vaksin yang telah mereka miliki. Dan mereka bisa masuk dengan aman ke daerah yang sudah mereka tebarkan virus atau bakteri tersebut.

Andaikan senjata biologi ini dibuat seperti bom atom yang meluluh-lantakkan Hiroshima kemudian diluncurkan ke tanah, niscaya semua makhluk hidup yang berada dalam radius 500 KM lebih dari titik peledakan akan tewas seketika. Belum lagi dampak dari bom tersebut. Bener-bener senjata perang paling dahsyat, mengerikan.

Jangan lupakan juga ada senjata kimia, seperti nuklir. Selain laboratorium biologi, negara-negara besar pasti mempunyai laboratorium senjata-senjata kimia. Tujuannya jelas, karena mereka ingin mengumpulkan kekuatan sebanyak mungkin dan implikasinya adalah mereka dapat melakukan dominasi terhadap dunia baik di bidang politik, ekonomi, keamanan, kebudayaan, hukum, dsb. Intinya adalah kekuasaan. Menekan suatu negara untuk dieksplorasi, celakanya negara dunia ketiga tidak boleh melakukan penguatan (empowering). Hal itu dimaksudkan agar tetap terjajah oleh mereka, meskipun secara de jure merdeka.

Bagaimana sikap pemerintah Indonesia?

Banyak orang yang tidak menyadari, dari kalangan pemerintah sampai ilmuwan pun tidak banyak yang menyadari. Bukannya nggak tahu, mereka tahu ini ada persoalan. Tapi maklumlah orang Indonesia, mereka belum melihat ada sesuatu yang membahayakan kalau belum ada kejadian. Mereka pikir aman-aman saja tho. Kalau misalnya laboratorium itu bocor lalu virusnya bertebaran di udara dan keluarga presiden kemudian kena, baru deh mikir. Kadang-kadang diantara mereka merasa hepi dimasukkan ke dalam derajat sosial sebagai peneliti tingkat internasional. Inilah repotnya bangsa kita.

Orang-orang yang punya otoritas untuk menghentikan ini tengok-tengok dulu lihat-lihat kiri-kanan, kalau ada orang lain semangat, baru mereka ikutan semangat. Mereka tahu bahayanya, tapi untuk maju ke depan sebagai pelopor mereka nggak punya keberanian.

Sikap pemerintah saat ini tampaknya lemah. Mereka nggak punya nyali jika berhadapan dengan kekuatan besar. Para elite ini eksis secara sosial, kekuasaan maupun kekayaan. Untuk bisa eksis dalam tiga hal ini mereka butuh jaringan. Mereka tidak percaya dengan bangsa sendiri maupun dengan negara-negara yang nggak Super Power. Mereka hanya mau membangun jaringan dengan negara digdaya sehingga mau menjadi goyim-nya.

Nah, disinilah pentingnya kemauan. Kemauan politik dari seorang leader. Sebenernya, ahli-ahli Indonesia itu cakap-cakap kok. Kita butuh seorang pemimpin yang mempunyai visi jelas dalam me-manage negara ini. Kalau leadernya hanya sekadar mengejar 5 tahun berikutnya, 5 tahun berikutnya lagi, jelas ya pabaliut lah.

Setiap Tindakan Pasti Ada Tujuan

Ketertutupan NAMRU-2, permintaan kekebalan diplomatik yang berlebihan serta sikap pemerintah Amerika yang ngotot mempertahankan laboratorium itu sangatlah mencurigakan. Apalagi, mereka dalam status membantu. Selain dugaan kegiatan intelijen, mereka pun disinyalir telah mencuri kekayaan alam, sumber daya hayati serta spesimen biologis yang menyangkut bibit penyakit, hama, bakteri, dan virus. Bukan tak mungkin mereka mengembangkan semua spesimen biologis tersebut menjadi senjata biologi.

Sebagai langkah preventif, sebaiknya operasi NAMRU-2 di Indonesia harus ditutup. Sebab manfaatnya kini sangat meragukan. Bahkan madorotnya yang lebih banyak. Kerja sama Indonesia dengan Amerika dalam persoalan ini harus dihentikan. Bangsa kita harus melakukan sendiri penelitian-penelitian tersebut agar aman dan terbebas dari jeratan kaum kapitalis.

Kita curiga sekarang ini banyak virus berkembang-biak karena ulah mereka. Virus AIDS, HIV, flu burung, antrax, chikungunya, dsb. Dulu virus-virus ini nggak pernah ada. Tiba-tiba sekarang ini menjadi banyak. Jelas aneh. Jangan-jangan ini memang sengaja untuk menghancurkan bangsa kita yang mayoritas penduduknya Muslim. Tahu kan Amerika itu selalu alergi terhadap Islam.

Kenapa? Karena Amerika tahu bahwa Islam itu suatu ajaran yang komprehensif. Kalau dipraktekkan secara komprehensif, mereka tak berdaya melawan. Kalau ada yang bilang, nggak ada tuh Islam mengatur soal politik dan hukum. Wah itu sudah kacau-balau namanya. Cara berpikir seperti itu merupakan hasil dari penjajahan negara barat.

Oleh karena itu, ke depannya kalau tatanan dunia nggak bisa berubah ke arah yang lebih baik, kita sebagai umat Muslim sebaiknya belajar atau minimal mengetahui tentang bahaya senjata biologi. Ini sebagai bentuk persiapan. Dalam Islam ada yang namanya i’da’. Kalau tidak bisa dikendalikan, negara besar culas, Indonesia harus bersiap-siap karena ini menyangkut dominasi suatu negara terhadap negara lain.

Wallahu’alam

26 responses to “Projek Senjata Biologi NAMRU-2

  1. Khawatir Perang Dunia ke-III bakal meletus tahun 2015, seperti yang diramalkan dalam sebuah buku berjudul “Oktober 2015 Imam Mahdi Akan Datang”

    Belive it or not???

    *gigit-gigit jari, padahal nggak kukuan*
    😕

  2. nyamuk modifikasi:mrgreen: kalah motor saya…
    btw, mirip dng cerita pelem aja yak
    sayangnya pemerintah [biasanya] lemah saat nego dng amerika

  3. penelitian yang patut dihargai…hendaknya ada yang menyikapi tentang ini serius…. sehingga kerugian yang berlangsung lama tidak kita rasakan


  4. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SITUS “Leoxa.com”
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

  5. Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://berita-dunia.infogue.com
    http://berita-dunia.infogue.com/projek_senjata_biologi_namru_2


  6. shocked: MALAYSIA MAKE NEW RULES FOR CHRISTIANS!!

    EVERY CHRISTIANS MUST SAY “ALLAH” RATHER THAN “GOD” & DONT SAY “TRINITY” ANYMORE..
    This is because English language not suitable anymore because the original Bible is in Arabic.

    The full story is here: ckasih.blogspot.com

  7. gw sih gk yakin kalo NAMRU itu 100% untuk penelitian yang hasilnya akan dihasilkan untuk indonesia 100%.

    ini pasti ada udang dibalik bakwan nih….

  8. harus dibasmi nih….
    ah masihkah kita dibawah ketiak amrik itu?

  9. Wah senjata biologis lagi semarak ya…

  10. ups kalau benar flu burung bikinan Amerika, mereka tidak akan mati-matian minta sample virusnya ke Indonesia (WHO). Untuk lebihnya baca buku Menkes kita.

  11. nasionalis sih nasionasli.. tapi jangan bodoh.. 30 tahun namru ada di ketiak depkes/litbangkes.. masak sih depkes ga bisa memanfaatkan apa-apa.. yang goblok sapahh?. ajari rakyat dengan nalar bukan dengan emosi dan provokasi

  12. Anandika Maya Kresna

    Kalau menurut saya sich, saya setuju aja kita curiga, tapi kita harus tau dulu sebelum menuduh dan membatalkan perjanjian dengan amerika. Sebagai gambaran aja ya. Kalau amaerika mau ngancurin kita langsung, cukup dengan satu kapal induk dan 4 kapal selam nuklir sebagai pelindungnya. Dengan kekuatan pesawat2 dan pasukan pendarat dari kapal induk. Kita bisa dibumu hanguskan dalam waktu kurang dari6 jam.kalau tidak percaya coba saja hitung proyeksi kekuatan TNI saat ini, dan bandingkan dengan isi sebuah kapal induk. denagan alasan tersebut kita harus bisa mencari celah untuk membuat amerika mebatalkan terlebih dahulu perjanjian tersebut. Dengan kata lain biar mereka terusir dengan sendirinya karena ulahnya sendiri. Nasionalisme tinggi sangat diperlukan, tapi berfikir dengan kepala dingin dan bijak sangat menentukan kemenangan. NKRI harga mati. ragu2 Mati aja loe…!!

    • ini baru SMART! orang seperti andalah yg bisa bikin maju negara, g gampang diprovokasi, n bisa atur strategi dgn kepala dingin. Jarang loh, ada org indo yg pikirannya ud maju kaya anda. Kebanyakan ud nuduh dan langsung make metode “ganyang amerika!” gtu, == haha..pdhal kita bisa rata ama bumi klo amrik mau….ya, mungkin si amrik ini memang ada kemauan kurang baik pada kita, tapi kitanya jgn anarkislah, justru musti mikir bkin relasi bgs, n membalikkan keadaan utk memanfaatkan fasilitas marik/ negara lain yg ad d negri kita.

  13. wow….. buset dah… ini serius gie?

    kl emang tujuannya buat sosial sih oke…
    tapi kl buat senjata perang…makasih deh👿

    tapi rada sebel juga kl liat indonesa teh suka dikadalin…mau2nya dikadalin mulu….

    yapp..hal kecil yang bs dilakuin…
    mungkin mulai dari diri sendiri yeee….

    ganbatte indonesa!!

  14. oke banget nih pembahasannya. indonesia bengkit dan maju, jangan-jangan jadi invasi Amerika berikutnya kaya Irak, mau mundur masa kumpulan juara-juara olimpiade fisika tidak bisa berbuat banyak untuk negaranya di bidang nuklir kalau memang betul itu urusan nuklir. duh jadi kejepit kaya digigit kepiting tuh mau dilepasin sakit dipertahankan apalagi gak bisa lepas jadinya.
    pokonya kita harus melawan misionaris-misionaris amerika kalau tidak apa kata dunia kaya filmnya Dedi Mizwar betul kan?

  15. pokoke indonesia wajib maju!!!!!

  16. tenang aza, orang jahat pasti ada balasannya,,,

  17. persiapan indonesia dalam menghadpi perang biologi adalah pelet aza si geoge. w bush… klo kagk mempan santet saja ampe modar!!!
    dan tenang masih banyak banyak orang sakti di negeri kita ini nyi pelet, nini lampir, si buta dari gua hantu, nyi blorong juga mau ikutan ngebelain bangsa tercinta coz mereka masih punya rasa nasionalisme yang tinggi
    ehh tunggu tunggu gatot kaca ketinggalan!

    good luck…AllahuAkbar 100 kallie

    • *ngakak* walah pake AllahuAkbar, tapi ngomongin mau dukung nasionalisme pake orang sakti, nyi pelet, nini lampir, dll?
      memalukan, amrik ga pake gituan j ud powerfull gile, mereka cman make otak, gpake ilmu gaib loh….bikin ketawa saja. Mw menang lawan amrik? kuatin kualitas generasi penerus n pemimpin serta warga di pemerintahan yg sekarang ud bobrok. rakyatnya juga bertindak, jgn cman omdo n nyalahin org lain j. Nasionalisme tinggi sangat diperlukan, tapi berfikir dengan kepala dingin dan bijak sangat menentukan kemenangan, pantes dari jaman kerajaan kutai sampe sekarang, kita org indo gampang bgt diadu domba, gampang diprovokasi n cepat nyeruduk seblemum mikir sih!

  18. ea ,,bis indonesia terkenal dgn kadal komodo dragon jd dikadalin,,,

    tp yg jelas sbnernya harus indonesia lebih mampu menciptakan antidotenya sich,mencegah lebih baik drpd mengobati….

    kpn indonesia bqin senjata serupa,,klo bs buat senjata yg membunuh ras tertentu…. cr yuks kode dna setiap ras heueuheu peace^^v

  19. bangsa ini adalah bangsa yang besar:BESAR KEINGINANNYA utk dibodohi olh negara lain………………para pamimpinya pintar:PINTAR menipu,memeras n mendzolimi rakyatnya

  20. Namru 2 berada di indonesia 42 th dan kegiatannya meneliti virus virus penyakit menular,terus di kembangkan terus di ciptakan vaksin,keluar masuk indonesia tanpa di periksa,karena ada kekebalan diplomatik,jangan jangan mereka juga masuk ke indonesia membawa kokain,bukankah tidak di periksa ,tujuannya jelas menghancurkan generasi muda bangsa kita.amerika di mata indonesia sahabat,selepas hancurnya uni soviet,indonesia sengaja di jadikan pangkalan penelitian’guna kepentingan amerika.beda jepang dan pilipina mereka di jadikan pangkalan militer,kita nggak,cuma efeknya lebih besar daripada pangkalan militer,bayangin pangkalan pengembangan senjata biologis lewat pengembangan virus virus penyakit menular yang mereka teliti,cuma bangsa kita bodoh atau tahu tapi menunggu dampaknya kalau sudah terjadi,percuma jadi juara satu olimpiade fisika kalau mental pemimpinnya tidak peka terhadap dominasi asing(amerika).percuma kita pandai kalau kepandaian kita,kita taruh di dengkul,sedangkan amerika biasa biasa aja ,tapi bisa menempatkan diri,pada yang semestinya,seharusnya rahasia bangsa kita jangan sampai di ketahui bangsa asing,kenyataan keberadaan namru2 menelanjangi bangsa kita,pemimpin kita diam aja,menurut pendapat saya kontrak namru 2 harus di ahiri,demi kelangsungan hidup bansa kita,buat apa kita belajar ke amerika serikat,kalau bikin laboratorium senjata biologis,dan sekaligus menciptakan vaksin lalu mematenkan di who kita tidak mampu,tambah memelihara namru 2,apa untungnya?…………

  21. tradisional di zaman modern, pemanfaatan kehidupan dalam kehidupan untuk kematian, tertulis di taurat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s