Nikmat Mana (lagi) Yang Kamu Dustakan?

Manusia memang sering bersikap aneh sama Tuhannya…

Jikalau tidak diberi, ia pun beranggapan Allah nggak mengabulkan permintaannya.

Jikalau diberi kekurangan, ia menganggap Allah nggak adil.

Jikalau diberi sesuatu yang lebih, ia pun malah jatuh pada kesombongan.

Jikalau diberi berbeda dari apa yang diharapkannya, ia menganggap Allah nggak tahu apa yang diharapkannya.

Kalau boleh menghitung, mari kita coba menghitung-hitung nikmat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

Pergilah engkau ke rumah sakit, maka engkau akan merasakan nikmatnya sehat.

Jikalau engkau berutang puluhan juta, bahkan ratusan juta, pergilah ke ruang VIP rumah sakit. Katakan kepada si sakit, Apakah engkau mau menukar penyakitmu itu dengan utangku? Dijamin si sakit akan bersedia menukarnya dengan utangmu.

Pergilah engkau ke rumah sakit jiwa maka engkau akan merasakan nikmatnya akal sehat.

Pergilah engkau ke penjara maka engkau akan merasakan nikmatnya kebebasan.

Pergilah engkau ke pemukiman kumuh maka engkau akan merasakan nikmatnya rumah sangat sederhana.

Pergilah engkau berjalan kaki maka engkau akan merasakan nikmatnya berkendaraan.

Pergilah engkau ke pusat rehabilitasi narkoba maka engkau akan merasakan nikmatnya terselamatkan dari racun dunia.

Pergilah engkau ke pinggiran jalan dimana tangan-tangan di bawah menengadah maka engkau akan merasakan nikmatnya memiliki harta.

Pergilah engkau ke panti-panti orang cacat maka engkau akan merasakan nikmatnya memiliki anggota tubuh yang lengkap dan sehat.

… nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

Manusia memang bisa terjebak, lupa ketika nikmat ataupun doa-doanya sudah terkabul. Manusia merasa bahwa keberhasilan pengharapannya semata berkat kerja keras dan kerja cerdas dirinya.

Alhasil, manusia mendustakan kebenaran dan mengingkari nikmat Allah SWT. Nggak heran segala malapetaka, bencana dan musibah yang menimpa manusia tak lain karena ia telah kufur nikmat….

10 responses to “Nikmat Mana (lagi) Yang Kamu Dustakan?

  1. Huhu… Saya jadi kangen baca Ar-Rahman…

  2. wah..wah..ada yg mulai dewasa keliatannya.šŸ˜€

  3. @adit-nya niez
    Surat Ar-Rahman, jujur aku susah mengerti kata-kata yang difirmankan Allah. Abis, bahasanya tingkat tinggi banget ya! Padahal sebenernya sederhana… Huhu..šŸ™‚

    @Ina
    Sebenernya pengen tetep muda, na…
    Hihi…šŸ˜€

  4. huhuhu, bagus banget gie tulisannya.. kadang ya, kalo pemikiran tentang itu udah hadir, mencelos rasanya hati ini.. ngerasa lemah banget, n jadi butuh banget sama DiriNya.. trus jadi malu sendiri, inget betapa Allah udah ngasih banyak banget nikmat..

    irhamna ya Rabb..

  5. tulisannya bagus. benar-benar memberikan refleksi yang amat sangat, bagi hati dan jiwaku….makasih…

  6. that’s right brother…
    manusia memang tidak pernah merasa cukup, kurang syukur. kebanyakan complain

  7. Saya suka tulisan ini..thx

  8. tulisan yang bagus, real dan nyata dalam kehidupan sehari-hari, saya sangat suka itu..tx

  9. andri seksi bukan atheis

    itu namanya bisa bersyukur,………….bravo GBU

  10. saya sangat suka ma catatanya di tambah lagi yah………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s