Review Film Ketika Cinta Bertasbih

Ketika Cinta Bertasbih – Sebuah MEGA FILM yang kemaren tanggal 11 Juni baru aja launching perdana serentak di seluruh bioskop Indonesia. Konon katanya film yang diangkat dari novel MEGA BEST SELLER karya Habiburrahman El-Shiraezy ini juga dinanti-nanti jutaan penonton di 8 negara. Wow!

Wajar film ini dikasih embel-embel MEGA (tapi bukan capres ntu lho ya!)πŸ˜† karena proses pembuatan film ini sepertinya memang membutuhkan dana super gede yang mungkin cukup untuk membuat 7 film standar Indonesia. Hehe..πŸ˜€

Nggak kayak film Ayat-Ayat Cinta yang latar belakang Mesir-nya abal-abal, film Ketika Cinta Bertasbih ini memang bener-bener menyuguhkan pemandangan menakjubkan Mesir yang asli, sesuai dengan janji stempel yang dicap pada poster yang agak… gimana gitu.πŸ˜†

Poster Ketika Cinta Bertasbih

Poster Ketika Cinta Bertasbih

Film ini berkisah tentang perjalanan Khairul Azzam (diperankan oleh M. Kholidi Asadi Alam), seorang mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Universitas Al Azhar, Cairo – Mesir. Namun kuliahnya tertunda selama 9 tahun karena dia lebih mengutamakan mencari uang daripada kuliah.

Hal itu dia lakukan karena Ayahnya sudah meninggal dunia, sehingga ia harus menghidupi dirinya sendiri dan juga keluarganya di Solo. Azzam berdagang bakso dan tempe yang kelezatannya terkenal sampe KBRI di Cairo.

Khairil Azzam Ketika Cinta Bertasbih

Salah satu adegan Azzam di KCB

Namun dari profesinya itulah, ia menjadi terkenal di kalangan KBRI di Kairo, dan mempertemukannya dengan Eliana (diperankan oleh Alice Norin), gadis cantik – modern yang terkenal sebagai Artis, putri Pak Alam (diperankan oleh Slamet Rahardjo) yang menjabat sebagai Dubes RI di Mesir.

Eliana Ketika Cinta Bertasbih

Cantik banget ya Alice Norin kalo pake jilbab. ^_^

Eliana naksir sama Azzam. Tetapi karena gaya hidup Eliana yang nggak cocok dengan Azzam, Azzam pun menolak dia dan menganggapnya hanya sebagai teman sekaligus partner bisnis. Ketika berdialog dengan Pak Ali (diperankan oleh Didi Petet) Azzam disarankan untuk melamar Anna Althafunnisa (diperankan oleh Oki Setiana), mahasiswi Kuliyyatul Banaat yang sedang menempuh S2 di Alexandria.

Adegan Pak Ali dengan Azzam ketika membicarakan tentang Jodoh

Adegan Pak Ali dengan Azzam ketika membicarakan Jodoh

Selanjutnya Azzam memohon bantuan Ustadz Mujab (diperankan oleh Habiburrahman El-Shirazy) untuk melamar Anna. Namun sayangnya ternyata Anna sudah dilamar oleh Furqon, sahabat baiknya sendiri!

Kisah selanjutnya kamu tonton sendiri aja ya…πŸ˜›

Overall film ini cukup menghibur dan mengaduk perasaan. Ada kocaknya, ada juga sedihnya. Campuraduk deh! Terutama adegan si Hafiz yang naksir sama Cut Mala. Saltingnya lucu, bikin ngakak. Trus kalo yang sedihnya tuh, pas si Fadhil (diperankan oleh Lucky) yang nyanyi nasyid bahasa Aceh di acara pernikahannya si Tiara – notabene: wanita yang dicintai Fadhil.

Sungguh menyayat hati nih adegan. Bleh..😦

Namun sayangnya, meskipun pemandangan mesirnya asli, tapi menurutku kurang ‘hidup’. Suara latarnya kaku. Misal: ketika di laut, ada ombak berdebur, kok backsound-nya kurang alami ya? Atau ketika dialog Azzam – Eliana dalam bis, suara latar bis menderu pun nggak ada. Sunyi deh. Atau ketika adegan Furqon bertemu Azzam di malam hari, editing grafisnya keliatan kentara. Kurang bagus alias jelek!πŸ˜€ Justru kalo ada adegan dialog suara vocalnya yang malah mendentum banget dibanding backsoundnya!πŸ™„

Dan pada akhirnya, film ini harus bersambung ke Ketika Cinta Bertasbih 2. Aduh, lagi seru-serunya nonton eh malah bersambung deh. Penonton pada kecewa! Baru kali ini ada film Indonesia yang pake konsep kayak sinetron. Bersambung, gitu lho…πŸ˜€

Well, kisah perjalanan hidup dan cinta Azzam yang berliku ini nggak hanya sekedar memberikan pencerahan jiwa namun juga mengajak penonton untuk lebih merenungi rahasia Illahi dan memaknai cinta sejati.

Kehadiran Anna, seorang muslimah cerdas yang menggoda hati Azzam menjadi unsur yang mengikat keduanya dalam misteri cinta yang dikemas dalam sudut pandang yang sangat berbeda dari film-film drama romantis kebanyakan.

Aku kasih nilai 7,5 deh untuk film Ketika Cinta Bertasbih ini.

Quote favoritku di film ini :

“Nyawa bisnis itu keberanian, Nang. Dalam dunia bisnis yang berhasil adalah mereka yang memahami bahwa, hanya ada perbedaan sedikit antara tantangan dan peluang, dan mereka mengubahnya menjadi keuntungan” – Khairul Azzam.

To be continued….πŸ˜†

Teen Life

42 responses to “Review Film Ketika Cinta Bertasbih

  1. gw juga penasaran ama nih film. ekspektasi gw nih film bisa lebih bagus dari aac.

    tp kl bersambung, hmm… jadi males nih… perhitungan banget sih kaya udah seribu aja bikin film bagus… titanic aja gak pake disambung2in gitu…

  2. blom nonton, nunggu ada di bioskop deket rumah. btw, naksir alice norin, gie?

  3. wow………….!!!!!
    flm.a kren bgt……….. sru abiiiiiiiiizzzzzzzzzzz,,,,, kpn2 bikin flm ky gt lg dump,,,,, biar smua orng taubat………..
    variasi flm indonesia dkt

  4. Hmmm….gue baru dapat nonton tgl 18….but yang gue pinggin tau adalah apakah jalan cerita dalam filmnya itu sehebat novelnya??

    apakah bagus tidak garapan settingannya?? padahal menghabiskan uang banyak??

  5. wew…. ternyata filmya pake bersambung yak ..πŸ™‚
    duh jadi mls nonotn deh … tkut jadi gila ntar .. wakkakakaπŸ˜€

  6. -mantap reviewnya
    -kita perlu membuat film2 seperti itu.
    -blog mantap dengan artikel2 bermanfaat
    -salam

  7. menurutku bagus! tapi banyak ya yang beranggapan nih film akan menguras airmata …padahal nggak! malah kita banyak tertawa! Tapi secara keseluruhan nih film bagus dan wajib ditonton!

    serujadiguru.blogdetik.com

  8. @iskandarjet,
    Ho’oh nggak tau nih kenapa pake acara bersambung segala. Tapi,,, bisa dimaklumi sih soalnya kan novelnya aja TEBELnya udah gila banget! Apalagi kalo diangkat ke layar lebar… Beugh… kebayang mumetnya kek gimana… Hehe…

    So menurutku nggak apa-apa ya, wajar kali..πŸ˜€

    Ditungg deh KCB 2 nya..

    @edy,
    Bohong kalo aku jawab nggak, iya dong om…
    Aku kagum ama kecantikan si Norin. Hihi…😳

    @alexandra barbara margareta de al fonso,
    Weleh panjang amet nih namanya!πŸ˜†

    Insya Allah film ini bisa jadi tren positif dan menjadi oase di tengah dunia perfilman yang rata-rata hantu melulu…πŸ˜†

    @mooks,
    Yang pasti nih pemandang-pemandangan mesir yang ada di film ini, nggak bakalan ngecewain banget. Walaupun cara pengambilannya agak-agak mirip film dokumenter.

    Tapi secara overall bagus kok!πŸ™‚

    @Abdul Cholik
    Hehe…πŸ™‚
    Makasih ya… ^^

    @erfano,
    Betul! Banyak adegan kocaknya nih film. Hehe…πŸ˜€

  9. Ping-balik: [LinkLove] Akhir Pekan yang Melelahkan… | Blog Gilang Ramadhan

  10. Beberapa kelemahan yang menurut saya mengurangi kualitas film yang kaatnya “Mega Film” ini. Khususnya dari aspek:

    1. Karakter

    Azzam
    Sebagai aktor pemula, si kholidi alias azzam, karakternya bisa dinilai cukup. Karena dia berhasil memenuhi ekpetasi imajinasi mereka yang sudah pernah membaca novel ini. Meski saya yakin, si Kholidi bisa lebih mengeksplorasi karakter yang diperankannya.

    Anna
    Tidak salah kalau Juri memilih Oki untuk memerankan karakter Anna Althafunnisa. perannya terbangun secara natural dan tidak kelihatan memaksa. Itu pun dapat dipahami, karena latar belakang sang pemeran sendiri yang memang dikenal sebagai “anak theater”.

    Furqon
    Hmmmm, maklumlah, new comer.. .Dari A-Z, bagi pembaca kemungkinan besar akan sangat kecewa dengan Andi Arsyil ini Ada begitu banyak adegan yang terlalu dipaksakan oleh Andi. Sekiranya mungkin yang paling membekas adalah ….mmmm, semuanya!!! mana ekspresinya??? kalaupun ada ko lebay gitu sih..

    Eliana
    No comment..

    Mohon maaf saja, mungkin yang paling parah diantara new comer yang main dalam film ini adalah Meyda alias Husna. Kesan pertama sudah tidak begitu mengesankan. Emosi yang dibangun tidak stabil alias naik turun. Ibaratnya kayak orang stress..yang tiba-tiba bisa nangis, tapi dalam hitungan detik bisa langsung tertawa. Hal ini terlihat pada saat Husna/Meyda bercerita kepada Anna tentang Azzam. Yang dah nonton ngerasa gak???

    Mungkin pemain yang paling terlihat alami dan mengesankan adalah si penulis novelnya sendiri, yaitu Kang Abik sebagai ust. Mujab dan salah satu pemeran Adiknya Azzam, yang kebetulan saya lupa namanya. Dua-duanya berhasil menerjemahkan karakter novelnya menjadi lebih hidup.

    Sinematografi/music scoring, dan lain-lain.

    KECEWA untuk ukuran sebuah MEGA FILM.!!!! saya sebagai penonton merasa ada yang kurang pas alias terganggu dengan beberapa aspek pendukung didalamnya. Misalnya editing grafis pada saat Azzam dan Furqon di malam hari. Keliatan kualitas “Indonesia asli” hasilnya.
    selanjutnya, masalah “Translate in english” yang kurang mengakomodir hal-hal yang seharusnya bisa disampaikan. Apalagi soal-soal yang berhubungan dengan pesan-pesan keagamaan (kok bisa lewat gitu aja?) Masalahnya, film ini diputar di beberapa negera. Bagi yang jeli mungkin bisa tahu akan hal itu.

    untuk music scoringny sendiri, memang siapa sih yang meragukan kualitasnya teh melly. tapi sungguh disayang ada “KESAN SUNYI” yang saya tangkap selama film ini berlangsung. Beberapa adegan yang mestinya menurut saya sebagai penonton harus dilatarbelakangi dengan music scoring, nyatanya gak ada sama sekali. Sehingga, suguhan dialog yang begitu panjang dari beberapa plot film ini menimbulkan kebosanan yang panjang pula.

    Dan lain-lain: mahfum, film ini memang membutuhkan dana/budget yang besar. Tapi kalau bisa pesan-pesan sponsornya jangan terlalu kentara gitu dunk..it’s annoying..
    setahu saya di novelnya Kang Abik tidak ada kata-kata “mobil banking”…heee…eeeee……

    Selebihnya film ini kalau dinilai secara keselurahan sebenarnya bagus. Ada beberapa pesan yang didapat!!. Cuma sayangnya kesan sinetronnya masih terlalu kental (Kopi kalee..). Buktinya saya merasa Bete, pada saat muncul tulisan TO BE CONTINUED di layar… Haiyaaa…., ko bisa ya..Tanya kenapa??? Produsernya ko tega banget sih..bikin kita penasaran..

    PS: sekurang-kurangnya penilaian saya atas film ini, ada satu yang paling membekas di hati saya. Yaitu, adegan ketika Azzam menasehati Elianna tentang PERLUNYA KITA MENJAGA KESUCIAN..salute..!

  11. Overall, film ini jelek!!

    Mgkn Novelnya emang bagus, krn gw baca resensinya.. Okelah.. Tp Filmnya itu, aduh amburadul bgd..

    Ada salah satu adegan dimana ayah karakter yg dimainkn o/ Alice Norin(hiburan gw di film itu cuma Alice Norin, krn emang Cakep, hehehehe), sedang makan ikan bakar bersama sahabatnya, di tepi pantai, mungkin maksudnya di malam yg beertabur bintang, tp distu ketahuan banged bintangnya bo’ongan!! Studio banged!! Damn!! Disitu mood gw uda mulai ngedrop..

    ada salah satu scene(yg Ga mutu), ada adegan penggeledahan rumah oleh aparat(entah ga dijelasin apakah itu intel/polisi?) mencari seorang penjahat.. Terus ga ada kelanjutan maksud dan tujuan penggeledahan itu apa yg muncul di awal menuju pertengahan film? Sampe akhir film ga dijelasin jg! Terus kl gw pikir itu adalah bumbu cerita saja, itu adalah bumbu cerita yg pahit menurut gw!! Buat apa ada bumbu pahit spt itu, kl maksudnya negara Mesir emang rawan penjahat, dn dgn keamanan yg memang ketat!! Ga ada penjelasan detail mengenai hal itu!! Nyari penjahat, penjahat apa? Pidana apa bukan? Kl ada konflik politis dn ideologis, mbo’ ya dijelaskan..

    Pas film uda selesai, cwe gw msh bingung, ini beneran bersambung ya? Kalo bersambung ko’ ada flash forward cerita selanjutnya bgaimana, tp ga dikasih tahu kl scene itu cuma sekadar flash aj.. Jadi td pnonton ada yg mikir di akhir film, “kok ceritanya(scene) lompat2”?

    ketauan banged intervensi pemerintah dalam kesenian yg harusnya bebas dr intervensi, dn harusnya merupakan kritik sosial yg pure dr pelaku seni.. Kl soal kesenian, bolehlah liberal, krn itu merupakan teriakan realitas sosial tanpa unsur kepentingan..

    Kenapa harus ada CC(Credit card) Mandiri dn Bank Syari’ah Mandiri?

    Kenapa mesti ada Dien Sjamsudin? Apa hubungannya?

    Terus ada dialog, tanpa penjelasan maksudnya, seperti ini;

    β€œTidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana!”

    Padahal di resensi novelnya ada penjelasannya!! Kenapa intervensi dr pemerintah dlm kesenian dn budaya, malah menghambat dn terasa banged?? Mana romance nya? Mana sakralnya??!?

    Kenapa intervensi itu ga ada di dalam kehidupan ekonomi kita?! Kn lebih bermanfaat untuk intervensi harga sembako, drpd Kesenian dn budaya!!

  12. @Debi,
    Widiw… Panjang amat ulasannya.πŸ™„

    1. Karakter

    Well, dibanding semua aktor pemula lainnya – penampilan Kholidi dan Oki yang memerankan Azzam dan Anna, memang paling memuaskan ekpektasi penonton, terutama buat yang pernah membaca dwilogi novel Ketika Cinta Bertasbih. Termasuk aku.πŸ™‚

    Sementara aktor newcomer lainnya, penampilannya ya nggak terlalu mengecewakan lah. Meskipun aktingnya agak-agak lebbay gitu.πŸ˜† Maklum namanya juga pendatang baru, siapa pun aktor yang pertama kali tampil di pentas layar lebar pastinya nggak selalu tampil sempurna kan?πŸ˜‰

    Yaiyalah, wong kang Abik kan mastermind-nya KCB. So wajar aja kalo penampilannya nampak natural, karena emang udah sangat menguasai isi KCB. Hihi…πŸ˜†

    2. Sinematografi

    Kualitas grafik film KCB memang mengecewakan. Terutama adegan Azzam/Furqon di malam hari itu.

    Usut punya usut, ternyata adegan tersebut diambil pada siang hari. Kemudian disulap menjadi malam hari. Yah inilah yang namanya blunder! Aku pikir, mungkin pada waktu proses pembuatan adegan tersebut, kru film KCB kayaknya lagi diburu deadline tayang. Makanya begitu…

    Trus soal music scoring dan pesan sponsor, yayaya… aku senada dengan pendapatmu, Debi…

    Makasih atas komentarnya ya…πŸ™‚

    @Hanggardityo,

    Waduh… gimana nanggepinnya ya? Hm… coba layangkan kritik ke sinemart deh… Hehe…πŸ˜€

    Thx buat komentarnya.

  13. kayak sinetron aja pake bersambung segalaa… huhuhuw.. CPD

  14. Anna nitip Furqon yah… Dia sahabatku…
    Quotenya menarikπŸ˜€ hehehe

  15. pengen nonton filmnya, tapi belom ada waktuπŸ˜‰

  16. Yg jadi anna aneh, masa pake jilbab smp mulut?

  17. Saya udah nonton filmnya, tapi sangat kecewa. Dari segi sinematografi menurut saya sangat jelek. Saya kayak lagi nonton sinetron, ditambah lagi pake bersambung segala, jadi tambah mirip sinetron. Kalau pesan dari filmnya sih memang bagus bgt, cumansayang tidak didukung dengan sinematografi yang baik. Padahal biaya pembuatan filmnya sangat besar.

  18. Mohon saran donk…

    ini film layak ditonton atau enggak?… please

    gue moviefreak yang perfect, dan enggak sudi antri berdiri dan buang-buang duit hanya untuk menonton film SAMPAH…

  19. @Jevry

    Jangan nonton.. Itu bakal buang duit loe aja.. Kalo mau, mending baca novelnya aja.. Akan lebih berarti daripada nonton filmnya..

    Tnx..

  20. asslmkum…
    kemaren abis nonton KCB 1. Hasilnya: DISAPPONTED, karena:

    1. Akting kurang
    2. Terlalu banyak fokus crita cinta yg di critain
    3. Ga ada konflik yg berarti
    4. Ada adegan gak penting
    5. Kebanyakan guyon untuk film dakwah …
    6. Terlalu banyak kebutulan yg dibuat2
    7. Banyak propaganda produk
    8. Backsound rada nganggu..
    9. Aq gak mikir blas nonton nie film…
    10. Kayak nonton sinetron jaman jadul…

    itu pendapat pribadi saya dan saya lebih suka WBS ketimbang AAC ato KCB
    wassalam…

  21. sebelum nya saya sudah membaca novel ketika cinta bertasbih dan menurut saya film nya bagus sesuai dgn yang da di novel ny and saya setuju sekali kcb dibagi jadi 2 episode ntar klu dipaksa jadi satu film pasti nya bakal banyak adegan yg akan dipotong……

  22. Bagi saya yang sangat menyukai novel-novel kang abik, KCB telah memenuhi ekspektasi saya bila dibandingkan dengan AAC.

    Dan saya rasa ini adalah film yang bagus, mendidik generasi muda Indonesia, pilihan cerdas di tengah teror film horor, mesum, ataupun film islam abal-abal.

  23. @nn,
    He’eh… Rekor baru perfilman Indonesia nih!πŸ˜†

    @aRuL,
    ah, masa sih rul? :p

    @isnuansa,
    Kalo ada waktu aja ya… Nonton film kan buat santai-santai aja…πŸ˜‰

    @Maya,
    Nggak aneh, biasa aja kali.

    Atau kamu yang baru pertama kali liat jilbab kayak gitu?
    πŸ™„

    @Feri,
    Iya. Kualitas sinematografi KCB atau umumnya, film Indonesia masih kalah jauh dibanding film-film luar negeri. πŸ™‚

    @Jevry,
    Terserah anda. Kalo nggak nonton, rasa penasaran pasti terus menghantui. Tapi kalo udah nonton, yaaa bakal tau sendiri deh. Hehe…πŸ˜€

    @Hanggardityo,
    Dwilogi novelnya memang jauh lebih baik daripada filmnya. Tapi, seenggaknya cukup untuk memenuhi ekspektasi para penggemar novel Kang Abik.πŸ™‚

    @GentoLet,
    Ya, memang begitu. Tiap orang memang punya pandangannya masing-masing yang unik.

    Btw WBS itu apa, mas?

    Makasih atas komentarnya.

    @ezza vahlevi,
    Iya, aku juga setuju. Kalo dibikin dalam 1 film pasti bakal banyak adegan yang dipotong. Kan jadi nggak seru tuh? Iya nggak?

    @kang irul,
    Bener banget kang! Saya juga suka novel-novel kang abik. Walau gimanapun juga film KCB masih lebih baik daripada film-film lainnya yang melulu bertema misteri, mesum dan sejenisnya.

  24. Assalamu’alaikum wr.wb

    afwan., kita sebelumnya menjudge orang lain, apakah kita bisa seperti itu ? padahal di dunia ini adalah no body is perfect.
    Saran saya untuk kaliaan yang berkomentar.
    Tolong kaliaan berkaca, siapakah diri saya ? apakah saya pantasa menulis seperti ini ? apakah saya bisa membuat seperti mereka?
    bila kaliaan bisa menyadarinya, pasti akan berdampak positif kepada diri kaliaan sendiri.
    Untuk film KCB : Bagus sekali filmnya, membangun motivasi pagi para muslim dan muslimah, saya salute kepada film ini baru kali ini saya melihat film sesantun ini, mendidik, dan bagus untuk di tonton semua kalangan, berbeda dengan film indonesia yang lain banyak mengisahkan tentang kemusryikan, pornograpy dan hal yang mendatangkan mubazir.
    NB : untuk para produser film di indonesia, bila membuat film religi contoh film ini dimana tidak adanya berpegangan antara pemeran perempuaan dan laki2, benar2 ini dakwah melalui film.
    ana tunggu film KCB 2 nya karena wajar jika filmya nya to be continue…, karena novelnya sendiri sampai 2 yang novel 1 di mesir, novel k 2 di solo dan sekitarnya.
    salute untuk pemeran film2 KCB, ternyata dari hasil sekiaan audisi memang mereka ini sholeh dan sholeha luar dalam, tidak di buat2
    1. salut untuk mas odi (azzam) : ternyata mas odi pantas memeran kan azzam, memang asli kehidupannya mas odi mirip azzam, mas aku pesan kain sarung sama pecel ayamnya yak? tak tunggu lo..
    2. salut untuk mbak oki (anna) : ternyata jilbab itu memang harus di pertahankan, inilah hasil jawaban mbak oki 3 tahun yang lalu, mengapa mbak oki mempertahankan aurot.
    3. salut untuk mas andi (furqon) mbak alice norin (ellyana) dan mbak ….. (husna) acting kaliaan good sebagai pendatang baru ^^

    Wassalamu’alaikum wr.wb

  25. Yg merasa Muslim taat, adakalanya melihat secara obyektif pembuatan film ini.. Yg bernada negatif ttg film ini, bukan mempersoalkan masalah moral.. Justru mempertanyakan kenapa pesan moralnya tidak tersampaikn dgn baik?! Mengapa pengemasannya begitu hambar sehingga penonton tidak merasakan sakralisme moral yg mempesona?!

    Masih banyak film bagus yg mesti ditonton daripada KCB!!

    Daripada nonton film KCB, mendingan berkhayal aja dari novel KCB!!

  26. Assalamu’alaikum wr.wb

    apa kabar akhi hanggardiyanto ? semoga Alloh S.W.T melindungi anda dari perbuatan tidak terpuji. saya setuju dengan saran mas untuk yang taat lihat secara obyektif, alangkah baiknya lagi mas bisa simpan keluhan mas sendiri atau bilang ke produsernya langsung, jangan lah mas paparkan di forum ini, kata mas banyak film lain yang lebih bagus ?? saya lucu dengan mas ini, mas munafik sekali, jika mas ini tidak masu menonton film nya jangan lah berkomentar yang jelek2, mas harusnya sadar siapa mas sebenarnya ? koreksilah diri sendiri, jangan membuat gaduh.
    TO : PENULIS FORUM INI, bila anda menulis yang tidak berkenan di hati, sebelum menulis berfikirlah.

  27. Sdr. Fikri

    Siapapun akn malas untuk berurusan dgn anda!! Tidak jujur, tidak obyektif, dn fanatik berlebihan terhadap atribut moral(Ingat yg anda bela mati2an adalah hanya atribut, bukan nilai atau moralnya!!)..

    Anda Tidak siap untuk menerima kritik konstruktif.. Anda tidak siap untuk hidup di alam demokratis!! Padahal Islam tidak membenarkan kebenaran absolut, terkecuali Tuhan sendiri!!

    Mending anda keluar aja dari Indonesia.. Di Indonesia, adalah masy. yg mnghargai perbedaan pandangn dn pendapat..

    Teko hanya mengeluarkn isi teko, jika yg dikeluarkn adalah teh manis, maka yg keluar adalah teh manis, jika teh basi, maka yg keluar adalah teh basi, seperti Anda, bung Fikri!! Seorg Munafik yg menuduh org Munafik!!

    Sekian!!

  28. Gw pertama baca novelnya lalu liat filmnya. Gw akan menilai dari novel dulu. Cerita dari novelnya bagus, menurut gw lebih seru dari novel AAC coz akhir ceritanya yg sukar ditebak. Pesan moralnya juga lebih banyak. Itu di novel, skrg ke filmnya. K’lo org menonton film apalagi yg di bioskop pasti yg pertama kali dilihat adl kemasannya betul ga ? Penilaian gw terhadap kemasan film KCB ini adl kurang memuaskan dan itu sdh dijelaskan panjang lebar oleh para komentator di atas. Mengenai ceritanya bersambung, itu wajar saja. Banyak koq film yg bersekuel, tetapi tdk mencantumkan kata “to be continued” seperti transformers, terminator, dll. Kejelekan kemasan film cukup ditolong oleh settingnya yg cukup menghebohkan yakni di Mesir dan itu ditampilkan secara detil berupa piramida, pasar, flat, pantai laut tengah dll. Jd jika ditotal antara kemasan film serta daleman filmnya (pesan moral + ceritanya) gw memberikan nilai C, hehehe kaya kuliah ajah.

  29. Wah,,kayaknya filmnya bagus nih..tapi sayang daerah saya gak ada bioskop..yah makum lah namanya juga kota kecil..nunggu VCD/DVD nya aja dech!!

  30. film ini buruk….coba yang garap hanung, pasti keren. Tau dimana penyebabnya? Sutradaranya jadul…..ga bisa beradaptasi dengan gaya masa kini. Sutradaranya ga mumpuni.

  31. bintang – bintang dilangitnya kayak serial meteor garden, hehehe…. ngeditnya kurang sempurna, apakah dipantai harus ada bintang?

  32. Mas gie, sy jg pk jilbab koq krn itu sy bisa bilang anna pk jilbabnya aneh. Klo gak percaya survei aja k 100 org. Pst mrka akan blg jilbabnya anna aneh maksa nutupin pipinya yg tembem jd pakenya sampe mulut.

  33. Sebenarnya, aku ingin ada ekspektasi yang melebihi Laskar Pelangi seusai nonton KCB. Soalnya, setelah nonton film-film yang diadaptasi dari novel best-seller, film KCB dari segi fokus pesan dan sinematografi, agak kurang OK. Fokus cerita agak amburadul. soalnya dari tokoh Azzam, pindah ke Anna, Ke Eliana, Furqon, dan Husna. akting Azzam kurang berkarakter (mungkin karena newcomer kali ye?). emang sih filmnya “amat persis banget sama novelnya”, improvisasi sutradara mungkin menonjol pada pengembangan sosok Hafez yang kocak. klimaks cerita kurang terbangun. Kalau yang belum baca novelnya pasti bingung banget dengan tingkah para pemerannya. Tapi, bgimanapun, menurut saya, meski ada kelemahan disana-sini, KCB tetap merupakn film dakwah.

  34. Pokoknya Film KCB Bagus… mudah2an bermanfaat bagi kita semua dari pada nonton film musyrik dan tahayul. salut buat tim KCB

  35. good luck wat KCB. u’re my inspiration. buat yg berkomentar negatif disini, seharusnya kalian sadar dan bs berkaca pd dri sendiri. ingat “kritikan yg konstruktif” itu beda dg menjelek-jelekkan. apa yg di tulis diforum ini itu banyak yg menjelek-jelekkan, dan bukan mengkritik. so see ur self deeply. could u make it (KCB)???!!!!

  36. Ya, manusia ada yang baik ada yang buruk, ada yang putih ada yang hitam. dari komentar2 di atas keliatan dari kelompok mana mereka. KCB membuat aku lebih mengenal agamaku dan memotivasike ke arah baik dan putih.

  37. aku dah liat kcb 1 n 2.entah knp ya?kok aku rasa nuansa percintaanya agak di paksakan bngt.ada hal yang agak janggal di balik peristiwa yg menimpa azzam.sprt furqon di vonis kena aids misalnya.andai keadaan nyata psti orng akan ngecek k tmpt laen.gak nyerah gituaj.apalagi krn alasan mental udah ancur duluan.kyknya maksa bngt alasannya.

  38. memang sngguh menakjubkan tentang ketika cinta bertasbih , penuh dengan pengorbanan dan kesetiaan ,dan karena cintanya dia karena allah ,maka ketika cintanya tertolak maka ia tdak berputus asa dan sedih,kerena cintanya dia hnya mengharapkan ridhonya allah.

  39. Seperti nonton sinetron!,gak ada bedanya!, hebohnya doang,film yang paling JELEK yang pernah gue tonton!

  40. absolutely rubbish

  41. yha bagus bgt critanya ….,
    smoga bisa bikin lagi cerita yhng lebih menarik lagi dan lebih baik

  42. hy hari 14/03/2012 , , ,, filim islami terbaik !! banyak pesan moral yang dapat diambil , ,,,,
    salut uuntuk KCB ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s